LHOKSUKON – Penanews.co.id – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mulai menyiapkan pembangunan hunian tetap bagi korban banjir besar yang melanda wilayah tersebut. Kepastian itu ditandai dengan ditetapkannya Surat Keputusan (SK) Bupati Aceh Utara tentang penerima hunian tetap (Huntap) tahap pertama.
Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil yang akrab disapa Ayah Wa, menyatakan pemerintah daerah berkomitmen memastikan seluruh korban banjir yang kehilangan tempat tinggal memperoleh haknya secara bertahap dan sesuai ketentuan.
Pada tahap awal, lebih dari 4.000 kepala keluarga telah ditetapkan sebagai calon penerima hunian tetap. Pendataan lanjutan masih terus dilakukan untuk menjangkau korban lainnya pada tahap berikutnya.
“Pemerintah daerah memastikan tidak ada korban banjir yang ditinggalkan. Seluruh warga terdampak akan didata dan diproses sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Ayah Wa.
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh Utara, Jamaluddin, mengatakan data penerima hunian tetap tahap pertama telah disampaikan kepada Pemerintah Aceh dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk ditindaklanjuti.
“Data penerima tahap awal sudah kami kirimkan. Langkah ini dilakukan agar proses pembangunan hunian tetap dapat segera dimulai,” kata Jamaluddin, Jumat (2/1/2026).
Ia menambahkan, proses pendataan berikutnya masih berlangsung di tingkat gampong dan kecamatan. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar berkoordinasi dengan aparatur desa untuk memastikan data tercatat secara akurat.
Pendataan dilakukan secara by name by address dan dilengkapi dengan dokumentasi serta verifikasi berlapis. Proses verifikasi dimulai dari kepala desa, camat, hingga Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Aceh Utara.
Setelah diverifikasi, data ditetapkan melalui SK Bupati dan diteruskan kepada Pemerintah Aceh serta BNPB sebagai dasar pelaksanaan pembangunan hunian tetap.
Berdasarkan data dampak banjir, tercatat sebanyak 72.364 unit rumah terendam, 3.506 unit rumah hilang, 6.236 unit rusak berat, 16.325 unit rusak sedang, dan 20.280 unit rusak ringan di Kabupaten Aceh Utara.[]





