LAMNO – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, melakukan kunjungan duka ke makam Aba H. Asnawi bin Tgk Ramli, pimpinan Pondok Pesantren Budi Mesja Lamno, yang wafat pada Kamis (13/2/2025). Kedatangan Fadhlullah ke komplek pesantren sekitar pukul 15.00 WIB disambut oleh keluarga almarhum, termasuk putranya, Abati Fauzi Mubarak, Sabtu (15/02/2025)

Dalam kunjungan tersebut, Fadhlullah yang akrab disapa Dek Padh didampingi oleh sejumlah pejabat Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) serta Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Lem Faisal. Rombongan Wakil Gubernur langsung menuju kediaman almarhum untuk mengikuti doa bersama yang digelar di ruang tamu.
Usai berdoa, Fadhlullah beserta rombongan melanjutkan kunjungan ke makam Aba Asnawi yang terletak tak jauh dari kediaman almarhum. Di makam tersebut, Wakil Gubernur kembali memanjatkan doa yang dipimpin oleh Lem Faisal.

Diketahui, Aba H. Asnawi dikenal sebagai ulama kharismatik yang memiliki peran besar dalam pengembangan pendidikan Islam di Aceh, khususnya melalui Pondok Pesantren Budi Mesja Lamno. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Aceh, terutama kalangan santri dan ulama.
Aba Asnawi Ramli Lamno adalah ulama yang berasal dari Mukhan Lamno, murid dari Abu Ibrahim Ishaq Lamno dan pelanjut estafet kepemimpinan Dayah Budi Lamno.

Bagi masyarakat Aceh Barat dan Aceh Jaya khususnya, tentu Aba Asnawi Ramli Lamno merupakan ulama dan panutan mereka yang tidak asing lagi. Aba Asnawi Ramli Lamno lahir dari keluarga yang menjaga agama dan tradisi adat istiadat. Karena ayahnya Teungku Ramli selain sebagai teungku, juga seorang pemuka adat yang meneruskan tradisi endatu mereka yang masih keturunan Potemeureuhom Raja Kerajaan Daya.
Mengutip Laduni.id, Aba Budi Lamno memulai pendidikannya dengan belajar di pendidikan agama di Dayah Bustanul-‘Aidarusiyyah (Busaida).
Setelah selesai, pada tahun 1965, beliau melanjutkannya ke LPI MUDI Mesjid Raya Samalanga. Beliau sekelas dengan Waled Marzuki (Pimpinan LPI MUDI Mekar Al-Aziziyyah, Jati Mekar, Jakarta).

Akhir tahun 1968, Aba BUDI kembali ke Lamno dan berguru kepada Abu H. Ibrahim Ishaq.
Setelah menikah, Aba memilih untuk berdagang sebagai penopang kehidupan ekonominya sambil tetap belajar kepada Abu Budi dan mengajar para santri yang menetap di salah satu dayah terbesar di Pantai Barat, Selatan Aceh tersebut.
Barulah setelah Abu Budi wafat, Aba dipercayakan oleh para alumni untuk memimpin Dayah Budi Lamno, beliau meninggalkan usaha perdagangan yang telah dijalaninya selama 14 tahun dan kembali fokus memberikan kehidupan beliau sepenuhnya untuk perkembangan Budi Mesjid Janguet Lamno.[]

