BANDA ACEH – Penanews.co.id – Isi pertemuan antara Eggi Sudjana, tersangka dalam kasus dugaan ijazah palsu, dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo akhirnya terkuak ke publik.
Sebelumnya sempat beredar informasi bahwa Eggi Sudjana menemui Jokowi untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung.
Namun, kabar tersebut ditepis oleh Mikhael Sinaga, host Sentana TV, yang mengaku telah berbicara langsung dengan Eggi melalui sambungan telepon.
Mengutip Tribunnews, pada Minggu (11/01/2026) Mikhael menegaskan bahwa isu mengenai permintaan maaf itu tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya yang berlangsung di dalam kediaman Jokowi.
“Bang Eggi Sudjana sendiri yang mengangkat telepon saya dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Tidak ada permintaan maaf. Sama sekali tidak ada,” ujar Mikhael dalam siaran channel YouTube Sentana TV.
Eggi sendiri menyampaikan bahwa kedatangannya bukan dalam rangka silaturahmi biasa maupun upaya penyelesaian secara personal.
Ia menyebut pertemuan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut proses hukum terkait laporan dugaan ijazah palsu yang diajukan oleh TPUA.
Eggi menegaskan bahwa misinya adalah menuntaskan perkara hukum yang sudah berjalan sejak April 2025 lalu.
“Ini pertemuan kedua. Follow up. Tujuannya jelas, bukan silaturahmi biasa, apalagi minta maaf,” kata Mikhael menegaskan.
Alih-alih meminta maaf, Eggi Sudjana justru mengaku memberikan nasihat dan pandangan kepada Jokowi.
“Yang terjadi justru sebaliknya. Bang Eggi mengatakan dia menasihati Jokowi. Memberikan pandangan dan peringatan moral,” ujar Mikhael.
Pembicaraan yang terjadi di kediaman Jokowi tersebut berisi peringatan moral mengenai persoalan hukum yang tengah dihadapi.
Eggi turut menepis anggapan adanya praktik transaksional maupun kesepakatan tersembunyi dalam pertemuan tertutup itu.
Mikhael menuturkan bahwa Eggi menyampaikan tidak ada bentuk kompromi apa pun, tidak terjadi aliran dana, dan pertemuan tersebut semata-mata berisi dialog yang bersifat kritis.
“Bang Eggi menekankan tidak ada kompromi, tidak ada pencairan dana, murni dialog kritis,” tegas Mikhael.
Hal lain yang menarik perhatian publik adalah adanya pengawalan dari aparat kepolisian aktif yang mendampingi Eggi saat memasuki kediaman tersebut.
“Eggi menyebut ada dua orang polisi, yakni seorang penyidik dan seorang atasan penyidik, yang ikut masuk ke kediaman Jokowi,’ tambah Mikhael.
Kehadiran aparat ini dinilai bermasalah secara etika hukum karena mempertemukan pihak pelapor dan terlapor.
“Pelapor dan terlapor tidak boleh dipertemukan, apalagi dimediasi penyidik aktif. Ini bahaya dan mencoreng penegakan hukum,” tegasnya.
Mikhael menilai mediasi yang melibatkan penyidik aktif dalam kasus sensitif seperti ini merupakan preseden yang berbahaya.
Secara aturan, penyidik dilarang memfasilitasi pertemuan semacam itu di luar prosedur hukum resmi yang transparan.
Pihak Eggi juga mempertanyakan mengapa ajudan Jokowi menyampaikan narasi permintaan maaf tersebut kepada awak media.
Padahal, sejak awal pertemuan tersebut diklaim sebagai agenda tertutup yang seharusnya tidak bocor ke publik secara sepihak.
“Kalau dibilang rahasia, kenapa malah disampaikan ke media?” kata Mikhael mempertanyakan.
Eggi Akan Buka Suara ke Publik
Mikhael menyampaikan bahwa Eggi Sudjana berjanji akan menyampaikan penjelasan lengkap kepada publik dalam waktu dekat, termasuk soal pertemuan dan kehadiran aparat.
“Bang Eggi bilang, Jumat nanti dia akan menjelaskan secara terbuka. Silakan publik menilai sendiri,” ujarnya.
Ia juga mengimbau Damai Hari Lubis untuk ikut bersuara agar publik mendapat gambaran utuh.
Pernyataan Mikhael memperkuat sorotan publik terhadap netralitas dan profesionalisme aparat penegak hukum, terutama jika benar ada penyidik aktif yang mendampingi pihak pelapor bertemu dengan pihak terlapor.
“Kalau ini benar, ini bukan masalah kecil. Ini persoalan serius bagi reformasi Polri,” tegas Mikhael.
Ia menutup dengan menekankan bahwa publik berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di balik pertemuan tersebut.
“Yang jelas, satu hal penting harus diluruskan: Eggi Sudjana tidak datang untuk minta maaf. Ia datang untuk menyampaikan sikap dan nasihat,” katanya.
Kubu Jokowi Bantah
Kuasa hukum Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Yakup Hasibuan, mengungkapkan soal pertemuan Jokowi dengan Eggi Sudjana dan Damai Lubis, di kediaman Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Kamis (8/1/2026) lalu, yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan.
Menurut Yakup dalam pertemuan tertutup itu, salah satunya dibahas soal permintaan maaf Eggi Sudjana dan Damai Lubis kepada Jokowi, terkait perkara tudingan ijazah Jokowi.
Diketahui Eggi SudJana dan Damai Lubis adalah 2 dari 8 tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan Jokowi ke Polda Metro Jaya terkait ijazah Jokowi.
Hal tersebut dikatakan Yakup, usai bersilahturahmi dan bertemu dengan Jokowi di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (10/1/2026).
Yakup mengatakan, kedatangannya ke rumah Jokowi untuk bersilahturahmi yang merupakan bagian dari awal tahun.
“Ini silaturahmi awal tahun. Kan belum sempat ketemu Bapak Jokowi awal tahun ini. Jadi, hanya diskusi saja sih, silahturahmi biasa saja,” kata Yakup.
Menurut Yakup, karena dirinya merupakan kuasa hukum Jokowi, ia juga berdiskusi dan membahas peristiwa hukum dengan Jokowi.
“Bahas juga mengenai kasus yang di Polda Metro. Kan, ada dua tersangka, yang juga mendatangi Bapak untuk bertamu,” kata Yakub.
Karenanya, menurut Yakup, kepada tim kuasa hukum, Jokowi menceritakan sejak awal dan lainnya, hingga akhirnya Jokowi bertemu dengan dua tersangka yakni Eggi Sudjana dan Damai Lubis, atas pelaporan Jokowi ke Polda Metro,
“Tentunya tadi Bapak menceritakanlah kepada kami, ceritanya dari awal seperti apa. Bapak juga sangat menghormati itikad baik dari dua tersangka tersebut. Sehingga tentunya nanti akan kami lihatlah progresnya
seperti apa ke depannya,” kata Yakup.
Menurut Yakup Jokowi menceritakan langsung kepada tim kuasa hukum mengenai kronologi pertemuannya dengan dua pihak yang kini berstatus tersangka dalam perkara hukum yang tengah ditangani Polda.
Yakub menjelaskan Eggi Sudjana dan Damai Lubis hadir langsung dan diterima oleh Jokowi secara baik.
Suasana pertemuan itu katanya berlangsung hangat dan lebih bersifat pertemuan hati ke hati antarprinsipal.
“Memang tertutup, tapi secara umum acaranya sangat kekeluargaan. Karena ini pertemuan prinsipal dengan prinsipal, jadi sifatnya hati ke hati,” kata Yakup.
Yakup juga membenarkan bahwa salah satu agenda dalam pertemuan itu adalah penyampaian permintaan maaf dari kedua tersangka.
Jokowi, kata dia, merespons dengan sikap terbuka dan memaafkan.
“Salah satu agendanya memang itu. Pak Jokowi juga memaafkan, karena prinsip beliau selalu mengedepankan itikad baik,” ujarnya.
Meski demikian, Yakup menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan.
Ia menyebut, kemungkinan penghentian perkara atau kelanjutannya masih akan didiskusikan dan harus mengikuti prosedur hukum yang berlaku.
“Karena ini sudah masuk ranah hukum, semuanya harus diformalkan. Apakah nanti ada penghentian atau bagaimana, itu harus melalui mekanisme yang sah,” jelas Yakup.
Terkait perkembangan perkara di Polda, Yakup menyampaikan bahwa penyidik masih menunggu pemeriksaan ahli dan saksi yang diajukan oleh para tersangka.Hingga kini, pihaknya belum menerima informasi lanjutan dari penyidik.
Sementara soal penahanan para tersangka, Yakup menegaskan bahwa hal tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan penyidik.
Ia menyebut sejak awal tujuan pelaporan bukan untuk memenjarakan pihak tertentu.
“Target kami bukan penahanan. Target kami adalah perkara ini disidangkan agar Pak Jokowi mendapatkan kepastian hukum terkait ijazahnya dan pemulihan nama baik,” katanya.
Yakup juga menyampaikan kondisi Jokowi saat ini dalam keadaan baik usai pertemuan dengan Eggi dan Damai Lubis, yang berlangsung di kediaman pribadinya di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (10/1/2026).





