BANDA ACEH – Penanews.co.id – Kursi pesakitan di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang biasanya didudukin oleh anak pengusaha kelas kakap Riza Chalid, Muhammad Kerry Adrianto Riza. Selasa, 20 Januari 2026 mendatang kursi itu akan diduduki Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mantan Komisaris Pertamina.
Kehadiran Ahok di Panggung Pengadilan Tipikor itu dipastikan akan memanas, diprediksi akan membongkar skandal putra raja minyak Riza Chalid, sebuah pengakuan yang sangat dinantikan masyarakat
Mengutip Pikiran Rakyat, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dijadwalkan menghadirkan sederet tokoh besar nasional sebagai saksi dalam kasus mega korupsi tata kelola minyak mentah yang menyeret putra pengusaha kelas kakap Riza Chalid, Muhammad Kerry Adrianto Riza.
Kasus yang diduga merugikan negara dengan angka fantastis mencapai Rp285 triliun ini menjadi sorotan tajam karena melibatkan nama-nama beken yang pernah menduduki kursi pimpinan di sektor energi Indonesia.
Kejaksaan Agung melalui Direktur Penuntutan Jampidsus, Riono Budisantoso, mengonfirmasi bahwa kesaksian para tokoh ini sangat krusial untuk memetakan di mana letak penyimpangan tata kelola yang terjadi di tubuh Pertamina.
Berikut adalah lima sosok kunci yang akan dihadirkan dalam persidangan:
- Ignasius Jonan (Menteri ESDM periode 2016-2019)
- Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (Komisaris Utama Pertamina periode 2019-2024)
- Nicke Widyawati (Direktur Utama PT Pertamina periode 2018-2024)
- Arcandra Tahar (Wakil Menteri ESDM periode 2016-2019)
- Luvita Yuni (Senior Manager Management Reporting PT Kilang Pertamina International)
“Para saksi akan diminta menjelaskan bagaimana mekanisme tata kelola di Pertamina selama masa jabatan mereka. Jaksa ingin menggali lebih dalam titik-titik penyimpangan yang mengakibatkan kerugian negara yang luar biasa besar ini,” ujar Riono dalam keterangan resminya, Sabtu (17/1).
Kesaksian para tokoh tersebut akan ditujukan untuk memperkuat dakwaan terhadap dua sosok utama, yakni Riva Siahaan (Mantan Direktur Utama Pertamina Patra Niaga) dan Muhammad Kerry Adrianto Riza.
Kerry Adrianto sendiri didakwa berperan dalam karut-marut pengelolaan minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina. Nilai kerugian Rp285 triliun ini disebut-sebut sebagai salah satu angka korupsi terbesar dalam sejarah penegakan hukum di sektor migas Indonesia.
Kehadiran Ahok dan Jonan sangat dinantikan publik. Ahok dikenal vokal selama menjabat sebagai Komut Pertamina terkait isu “mafia migas”, sementara Jonan dan Arcandra memahami betul kebijakan hulu-hilir energi saat mereka memimpin Kementerian ESDM.
Akankah persidangan ini membuka kotak pandora mengenai siapa saja yang bermain di balik layar tata kelola migas selama ini?





