Pascabencana Masih Ada 68 Gampong di Aceh Belum Tersambung Listrik

by

BANDA ACEH – Penanews.co.id —PT PLN (Persero) menggenjot pemulihan pasokan listrik di Provinsi Aceh usai bencana banjir dan longsor. Kini, 6.432 desa atau 98,9 persen wilayah di Aceh sudah menikmati listrik kembali.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa upaya ini mengikuti instruksi Presiden Prabowo Subianto, dengan prioritas pada kecepatan, akurasi, dan keselamatan warga.

“Begitu sistem kelistrikan utama Aceh pulih, kami segera beralih ke normalisasi jaringan distribusi sampai ke pelosok desa. Syukur Alhamdulillah, hampir semua desa sudah menyala lagi,” kata Darmawan.

Namun, masih ada 68 desa atau 1,04 persen yang belum tersambung listrik.
Wilayah-wilayah ini tersebar di delapan kabupaten: Aceh Utara, Aceh Barat, Bireuen, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Aceh Tengah. PLN menjamin pemulihan di sana terus digeber hingga tuntas.

“Desa-desanya berada di medan paling sulit secara geografis. Banyak akses jalan terblokir, hancur lebur, atau lenyap karena banjir dan longsor, sehingga butuh usaha ekstra. Tapi kami tak diam saja. Tim kami terus berjuang menyambung listrik sampai ke ujung Aceh,” tegas Darmawan.

Sementara perbaikan jaringan berlangsung, 68 desa itu tetap mendapat listrik dari Program 1.000 Genset Kementerian ESDM. Genset darurat ini jadi penyelamat agar kegiatan masyarakat tak terhenti meski distribusi belum normal akibat akses terbatas.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Aceh, Eddi Saputra, menyebut kerusakan jalan darat sebagai hambatan utama, dengan 171 titik longsor dan 14 jembatan rusak yang menyulitkan pengiriman alat berat serta material.

“Target kami adalah jaringan permanen secepatnya. Tapi keselamatan petugas dan akses alat bergantung pada infrastruktur jalan. Kami koordinasi rapat dengan TNI, Polri, dan pemerintah daerah untuk buka akses. Di sisi lain, genset backup dari ESDM pastikan warga tetap berlistrik,” ujar Eddi.

Eddi menambahkan, fokus tim kini di area terisolir. Aceh Tengah punya 36 desa prioritas, diikuti Bener Meriah dengan 13 desa, plus beberapa di Gayo Lues dan Aceh Tamiang.

“Petugas standby di posisi terdekat longsor. Saat akses terbuka, tim langsung perbaiki tiang dan kabel yang ambruk,” lanjutnya.

Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, yang mendampingi langsung di lapangan, memuji dedikasi petugas PLN. Ia juga berterima kasih atas genset darurat yang sangat membantu.

“Kami saksikan perjuangan hebat petugas PLN yang nekat menerobos longsor bawa material. Genset dari ESDM bikin desa tetap terang sambil tunggu perbaikan permanen,” kata Haili Yoga.

Sebelumnya, medio Desember 2025, sistem kelistrikan utama Aceh sudah normal dengan seluruh gardu induk, pembangkit, dan transmisi beroperasi penuh. Ini jadi pondasi percepatan listrik ke seluruh Aceh.

ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *