Viral.. Mualem Diduga Nikahi Calon Investor asal Malaysia jadi Istri Kelima, Berikut Nama Istri 1 sampai 4

by
Viral.. Mualem Diduga Nikahi Calon Investor asal Malaysia jadi Istri Kelima (tiktok)

BANDA ACEH – Penanews.co.id– Media sosial kembali dihebohkan oleh beredarnya sebuah video yang menampilkan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, sedang duduk di pelaminan bersama seorang perempuan berparas anggun dari Negeri jiran.

Banyak pihak menduga Mualem kembali melangsungkan pernikahan kesekiankalinya dengan seorang perempuan asal Malaysia. Sosok perempuan tersebut disebut bernama Datin Sri Vie Shantie Khan, seorang pengusaha asal tetangga RI

Datin Sri Vie Shantie Khan diketahui menjabat sebagai CEO Blackstone Malaysia.

Sebelumnya nama perempuan ini sempat menjadi sorotan karena datang ke Aceh menjumpai Mualem dengan rencana awal melakukan investasi dalam berskala besar di Aceh, termasuk pembangunan Hub Bunkering dan Shipyard Internasional di Kota Sabang.

Saat itu Vie Santie menggambarkan pada Mualem kalau pembangunan bunkering di Sabang ini jadi, kita bisa menjangkau pasar 1,5 juta ton saja pada tahap awal, atau hanya 4,2 persen dari total bunkering di Selat Malaka sudah luar biasa, Sabang jadi paling seksi.

Rekaman vidio acara pertandingan Mualem dengan Datin Seri berdurasi kurang lebih satu menit itu dengan cepat viral dan memantik berbagai tafsir di tengah masyarakat, khususnya warganet Aceh. Video tersebut mulai beredar luas sejak Selasa, 20 Januari 2026.

Dalam tayangan itu, Mualem terlihat mengenakan pakaian adat Melayu berwarna putih. Ia memakai teluk belanga berlengan panjang yang dipadukan dengan celana putih, kain sarung sebatas lutut, serta peci hitam. Busana yang dikenakannya tampak sederhana, namun kental dengan nuansa adat.

Di sisi Mualem, tampak seorang perempuan duduk mendampinginya di pelaminan dengan balutan busana muslimah berwarna senada. Mualem juga terlihat melangkah menuju pelaminan dengan didampingi dara baro yang mengenakan pakaian serasi.

Kemunculan video tersebut langsung menyita perhatian publik, terlebih karena Aceh saat ini masih berada dalam suasana duka akibat bencana alam. Tak heran, kabar ini pun cepat menjadi topik perbincangan hangat.

Sebelum tepatnya pada hari Rabu (05/11/2025)..Mualem mendampingi Chief Executive Officer (CEO) Blackstone Malaysia, Datin Seri Vie Shantie Khan, yang berkunjung ke Kota Sabang,

Kunjungan ini merupakan bagian dari penjajakan kerja sama investasi antara Pemerintah Aceh dan pihak investor Malaysia untuk membangun Hub Bunkering Internasional di wilayah Sabang

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) Iskandar Zulkarnaen, Wakil Wali Kota dan Sekda Sabang, Ketua Dewan Kawasan Sabang, serta sejumlah anggota DPR Aceh, di antaranya Salmawati dan Nazaruddin. Hadir pula Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akkar Arafat.

Mualem, menyampaikan bahwa Sabang memiliki potensi strategis untuk dikembangkan sebagai pusat kegiatan logistik dunia. Menurutnya, posisi geografis Sabang yang berada di jalur utama pelayaran internasional menjadi keunggulan yang sangat kompetitif.

“Kita minta fokus pada pembangunan bunkering di Sabang. Berdasarkan data laluan kapal, kawasan ini dilintasi lebih dari 90 ribu kapal setiap tahun. Ini peluang besar untuk menjadikan Sabang sebagai pusat singgah kapal internasional,” ujar Mualem.

CEO Blackstone Malaysia, Datin Seri Vie Shantie Khan, menyampaikan bahwa hasil kajian awal timnya menunjukkan Sabang memiliki daya tarik investasi yang kuat. Ia menyebutkan, pelabuhan di Sabang memiliki karakteristik yang cocok untuk pengembangan industri bunkering dan shipyard internasional.

Mereka melihat Sabang punya potensi luar biasa. Misalnya, Pelabuhan CT-1 BPKS dengan panjang 430 meter dan draft 25 meter sangat ideal untuk sandar kapal besar. Selain itu, area Teluk Sabang yang relatif terlindung memungkinkan dibangun industrial yard dan fasilitas docking.

Datin Seri menjelaskan, Sabang terletak di jalur pelayaran strategis dunia dengan sekitar 92 hingga 105 ribu kapal melintas setiap tahunnya. Namun, sejauh ini belum ada satu pun pelabuhan di kawasan tersebut yang menjadi titik singgah utama kapal-kapal internasional

Lebih lanjut, Datin Seri menambahkan, dari bunkering di sepanjang Selat Malaka, yaitu sekitar 30 juta ton transaksi terjadi di Singapura dan 5,5 juta ton di Malaysia.

“Bayangkan potensi ekonominya. Jika 1,5 juta ton saja dari total 50 juta ton lebih transaksi bunkering di Selat Malaka bisa dialihkan ke Sabang, itu sudah menjadi titik awal pertumbuhan ekonomi baru bagi Aceh,” ujar pengusaha Malaysia ini.

“Kalau pembangunan bunkering di Sabang ini jadi, kita bisa menjangkau pasar 1,5 juta ton saja pada tahap awal, atau hanya 4,2 persen dari total bunkering di Selat Malaka itu sudah luar biasa. Sabang ini laluan yang paling hot.”

Datin Seri menyebutkan, selain menargetkan pembangunan fasilitas bunkering, pihaknya juga merencanakan untuk menyiapkan fasilitas ship-to-ship transfer, serta kawasan layanan logistik yang dapat melayani kebutuhan industri minyak dan gas (oil and gas). Pemerintah melalui BPKS telah menyatakan komitmen dukungan dengan menyiapkan lahan di kawasan Balohan Sabang.

“Kami ingin menjadikan Sabang sebagai hub bunkering internasional dengan fasilitas lengkap,” ujar Datin Seri.

Kepala BPKS, Iskandar Zulkarnaen, dalam kesempatan yang sama memaparkan berbagai kemudahan investasi yang ditawarkan di wilayah Free Trade Zone (FTZ) Sabang.

“Kawasan FTZ Sabang dilengkapi dengan berbagai insentif, seperti bebas bea masuk, bebas pajak pertambahan nilai, serta kemudahan perizinan bagi investor asing. Penanaman modal asing dapat langsung diproses melalui BPKS,” ujar Iskandar.

Ia juga menyebutkan bahwa Sabang memiliki 11 jetty, satu bandara, dan potensi energi panas bumi (geothermal) sebesar 82 megawatt di Jaboi yang belum dieksplorasi.

“Kombinasi antara pelabuhan laut dalam, energi terbarukan, dan fasilitas bebas pajak menjadikan Sabang lokasi investasi yang unik dan sangat kompetitif di kawasan regional,” katanya.

Selain sebagai kawasan ekonomi, Sabang juga berperan penting dalam pertahanan, perikanan, dan pariwisata. Menurut Iskandar, kawasan ini telah dirancang dengan fasilitas pelabuhan multifungsi, termasuk layanan bunkering, pergantian awak kapal, dan offshore base operation untuk kegiatan lepas pantai.

“Sabang adalah pintu masuk kapal dari Samudra Hindia ke Asia. Dengan strategi yang tepat, kita dapat menciptakan ekosistem pelabuhan yang kuat dan menjadi pusat kegiatan maritim internasional,” pungkas Iskandar.

Rombongan juga meninjau Gudang Beku Terintegrasi (Coldstorage) milik Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh yang berlokasi di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ie Meulee, Kota Sabang. Fasilitas ini dinilai memiliki peran penting dalam mendukung rantai pasok perikanan dan potensi ekspor hasil laut Sabang ke pasar regional.

Bila benar Mualem menikahi Datin Sri yang mencuat dalam dua hari terakhir ini dan disebut-sebut sebagai istri kelima, berarti ia memiliki lima istri dalam ikatan pernikahan yang bersamaan.

Sedangkan Istri pertama Mualem diketahui bernama Markhaini Esmon. Perempuan yang akrab disapa Kak Mar ini menetap di Malaysia. Dari pernikahan tersebut, Mualem dikaruniai seorang putri bernama Zaslyana Muzakir Manaf, yang baru saja melangsungkan pernikahan di Kuala Lumpur pada 1 Februari 2025.

Selanjutnya, istri kedua adalah Marlina Usman yang kini menyandang status sebagai First Lady Aceh. Ia tinggal di Aceh bersama anak-anak hasil pernikahannya dengan Mualem. Sementara itu, istri ketiga, Salmawati yang lebih dikenal dengan panggilan Bunda Salma, merupakan anggota DPR Aceh melalui mekanisme Pengganti Antar Waktu dan hingga saat ini belum memiliki anak dari Mualem.

Adapun istri keempat bernama Komalasari yang berdomisili di Jawa. Dari pernikahan ini, Mualem memiliki seorang putra bernama Paniro Azmil Manaf, yang dikenal sebagai atlet basket muda berbakat di tingkat pelajar nasional.[]

ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *