BANDA ACEH – Penanews.co.id – Hampir tiga bulan Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUDZA) Banda Aceh mengalami krisis obat. Hal ini diungkapkan oleh seorang pasien yang mengantri obat di Instalasi Farmasi Rumah sakit itu.
Dari pantauan Penanews.co.id pada Selasa (27/01/2026) di Instalasi Farmasi RSUDZA bagi pasien atau keluarga pasien yang mengantri mengambil obat sesuai dengan nomor antrian tidak semua obat yang diresepkan dokter di poli rawat jalan dia dapatkan. Obat yang tidak tersedia di Instalasi Farmasi itu oleh petugas loket diminta untuk mengambil pada Apotek Kimia Farma yang berbeda di sisi tengah Rumah sakit Tipe A itu.
Dengan bermodal selembar kertas resep dan striker obat pasien dengan patuhnya mendatangi apotek Kimia Farma itu.
Sesampainya di Apotek Kimia Farma Pasien harus antri lagi, Penanews.co.id, ada lebih kurang 35 orang yang antri dalam dua barisan, satu selesai dilayani antrin dibelakang bertambah lagi dan lagi.

Pasian yang mendatangi apotek Kimia Farma itu, tidak semua mendapatkan obat, di apotek ini juga diminta untuk menunggu sampai obat tersedia.
“Sudah dua tempat kita antri lama, masih juga tidak kebagian obat, ungkap seorang pasien.
“Disuruh tunggu kali sudah ada nanti dihubungi kalau obat sudah tersedia,” Sambungnya.
“Ini dikasih selembar kertas untuk dibawa saat ambil obat kalau sudah tersedia, kertas ini ga menyembuhkan” gerutunya, sambil menunjukkan selembar kertas dari apotek.
Seorang pasien lain mengungkapkan Krisis obat di rumah sakit ini sudah sejak akhir Nopember 2025 lalu.
“Obat tidak ada di apotek rumah Sakit sudah dari Nopember lalu” ungkap seorang ibu dari keluarga pasien yang enggan disebut namanya.
“Diapotek ini kadang juga kosong” kalau kosong terpaksa kami beli diluar beberapa biji demi anak, ” ungkap ibu berbaju biru muda itu.
Krisis Obat di RSUDZA itu dibenarkan oleh Plt Direktur dr.Hanif
“Ia benar” jawabnya singkat saat dikonfirmasi Penanews.co.id melalui pesan WhatsApp, Rabu (28/01/2026)
Jenis jenis obat yang tidak tersedia di Instalasi Farmasi RSUDZA yang sempat terpantau Penanews.co.id dari pasien antara lain; eperison hcl, Valsaltran 160 mg, Calcium Carbonate 500 mg, Adalat Oros 30 mg, Sodium Hyarulonate tetes mata, Lansoprazole, Pregabalin 75 mg,








