TAKENGON – Penanews.co.id – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed, hadir langsung di Kabupaten Aceh Tengah dan menyampaikan tausyiah Subuh di Masjid Agung Ruhama Takengon, Kamis subuh (29/01/2026).
Kehadiran Menteri Pendidikan membawa berkah, terlihat dari animo ribuan jamaah shalat subuh tampak memadati Masjid kebanggaan masyarakat Aceh Tengah, termasuk Bupati Aceh Tengah, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Forkopimda, para kepala SKPK, kepala sekolah, guru, serta masyarakat umum.
Dalam sambutannya, Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Mendikdasmen yang berkenan memberikan tausyiah dan pencerahan kepada masyarakat Aceh Tengah, khususnya pascabencana hidrometeorologi yang melanda daerah tersebut.
Bupati menjelaskan bahwa Masjid Agung Ruhama terus dimaksimalkan fungsinya tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti penyaluran bantuan bagi anak yatim, fakir miskin, dan para musafir.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan kondisi dunia pendidikan di Aceh Tengah pascabencana. Beberapa sekolah mengalami kerusakan berat dan harus direlokasi. Namun di tengah keterbatasan tersebut, terdapat kisah keteladanan para guru yang tetap hadir mengajar meski harus menempuh akses yang jauh dan sulit.
“Kami memohon penghargaan dan perhatian khusus bagi para guru yang tetap mengabdi di tengah kondisi bencana dan keterbatasan akses. Mereka adalah teladan ketulusan dan pengabdian”, ujar Bupati.
Menanggapi hal tersebut, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed dalam tausyiahnya menyampaikan bahwa iman menjadi pembeda utama dalam menghadapi musibah. Orang yang beriman, kata dia, akan mampu menerima cobaan dengan keikhlasan dan menjadikannya sebagai sarana pembelajaran hidup.
“Iman dan ilmu memiliki hubungan yang sangat erat. Ilmu menerangi hati dalam memahami situasi dan kondisi apa pun. Orang yang beriman dan berilmu tidak meratapi musibah, tetapi belajar dari apa yang terjadi”, ungkap Mendikdasmen.
Ia menegaskan bahwa perbedaan manusia dengan makhluk Allah lainnya terletak pada akal dan ilmu. Oleh karena itu, untuk menjadikan bangsa ini sebagai bangsa yang berilmu, kunci utamanya adalah pendidikan dan budaya membaca.
Dalam pesannya tentang kepemimpinan, Abdul Mu’ti mengingatkan agar seorang pemimpin mampu memahami dan mendengarkan bahasa masyarakat. Ia mencontohkan keteladanan Nabi Muhammad SAW yang mampu memahami seluruh bahasa makhluk, bahkan bahasa semut.
Terkait pemulihan pendidikan pascabencana, Mendikdasmen menegaskan komitmen pemerintah pusat. “Dengan segala keterbatasan yang kami miliki, kami akan berupaya merehabilitasi bangunan sekolah yang terdampak bencana sesegera mungkin. Sekolah yang rusak berat dan perlu relokasi akan dibangun kembali, dan kami mohon dukungan Pak Bupati untuk penyediaan lahannya”, ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga akan mengganti mobiler dan buku-buku sekolah yang rusak sesuai dengan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan. [Prokopin Aceh Tengah]





