Warga Masjid Tuha Pijay Ikut Pelatihan Jurnalisme : Dokumentasi Harus Akurat dan Berempati

by

PIDIE JAYA — Penanews.co.id – Di tengah upaya pemulihan pascabanjir, kebutuhan akan informasi yang akurat dan bertanggung jawab menjadi perhatian penting di tingkat komunitas. Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) bersama MIT Foundation memberikan edukasi standar jurnalisme warga kepada sekitar 40 warga Dusun Meunasah Lhoknga, Gampong Masjid Tuha, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya (Pijay), Minggu (1/2/2026).

Dalam press release Tim Publikasi dan Pemberitaan GEN-A, mengatakan, Edukasi ini menjadi bagian dari Aksi Kemanusiaan Batch 8 yang juga mencakup layanan kesehatan, pendampingan psikososial, serta penguatan Taman Baca Masyarakat. Sesi jurnalisme warga menyasar masyarakat yang kerap merekam dan membagikan informasi situasi bencana melalui telepon genggam dan media sosial.

Pemateri, Maulana Kamal, S.I.Kom, Edukator GEN-A, menekankan bahwa dokumentasi warga memiliki peran penting dalam situasi darurat, tetapi harus disertai tanggung jawab etik.

“Video dan foto dari warga sering menjadi sumber informasi paling cepat di lapangan. Namun, tanpa keterangan yang jelas, konten bisa disalahartikan dan memicu kepanikan. Karena itu, identitas peristiwa harus lengkap,” ujarnya.

Dalam materi, peserta diperkenalkan prinsip dasar jurnalisme warga: mencantumkan apa yang terjadi, di mana lokasi, kapan waktu kejadian, siapa yang terlibat, dan bagaimana kondisi sebenarnya. Warga juga diingatkan untuk membedakan fakta dan opini, serta menghindari narasi berlebihan.

Peserta juga diajak memahami bahwa pengambilan gambar penyintas harus menjunjung empati dan martabat. Anak-anak, orang sakit, dan korban yang sedang berduka tidak boleh diekspos tanpa izin.

“Tujuannya bukan melarang warga merekam, tetapi membekali agar dokumentasi mereka membantu, bukan merugikan. Prinsipnya sederhana: akurat, tidak menyesatkan, dan tetap berperasaan,” kata Maulana.

Ketua Tim Reaksi Cepat GEN-A, dr. Intan Qanita, menilai literasi informasi menjadi bagian penting dari respons bencana modern. Menurutnya, arus informasi yang tidak terverifikasi dapat memperburuk situasi psikologis masyarakat terdampak.

“Di masa bencana, kabar yang salah bisa menambah kecemasan. Edukasi jurnalisme warga membantu masyarakat menjadi sumber informasi yang menenangkan dan dapat dipercaya,” ujarnya.

Direktur Eksekutif GEN-A, dr. Imam Maulana, menambahkan bahwa penguatan kapasitas warga dalam mengelola informasi merupakan bagian dari ketangguhan komunitas.

“Ketangguhan desa bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga cara masyarakat mengelola informasi. Warga yang paham cara mendokumentasikan peristiwa dengan benar ikut melindungi komunitasnya dari hoaks dan salah persepsi,” katanya.

Melalui pelatihan singkat ini, warga tidak hanya diajak menjadi perekam peristiwa, tetapi juga penjaga akurasi dan empati dalam setiap informasi yang dibagikan. Di tengah meningkatnya peran media sosial saat bencana, kemampuan tersebut dinilai semakin mendesak untuk dimiliki komunitas di tingkat akar rumput.[]


ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *