KUALA SIMPANG – Penanews.co.id.- Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang membuka program Open Rekrutmen Tenaga Cash for Work (CFW). Program ini secara dibuka oleh Staf Ahli Setdakab Aceh Tamiang Yunus, SP, yang dilaksanakan di halaman belakang Kantor Bupati Aceh Tamiang, Selasa,(3/02/25).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehaprekon) pascabencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, dengan dukungan 3 BUMN yang terlibat dalam perekrutan yang bekerja di bawah Ditjen Cipta Karya dan Bumn lain terlibat yang sesuai dengan penugasan masing masing.
Yunus dalam membaca sambutan Bupati Aceh Tamiang Armia Fadmi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh BUMN yang telah berperan aktif dalam membantu pemulihan Aceh Tamiang. Bupati berharap program Cash for Work dapat memberikan dampak nyata, khususnya dalam pembersihan saluran yang tertimbun lumpur akibat bencana.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan BUMN atas dukungan luar biasa dalam rangka rehaprekon Aceh Tamiang. Melalui program CFW ini, diharapkan seluruh saluran dapat dibersihkan secara maksimal dari endapan lumpur,” ujar Yunus.
Yunus menuturkan bahwa tenaga kerja yang direkrut merupakan masyarakat lokal dari desa-desa terdampak. Selain mempercepat proses pembersihan, program ini juga bertujuan untuk memberdayakan masyarakat setempat agar kembali produktif pascabencana.
“Tenaga kerja yang direkrut berasal dari desa-desa yang menjadi lokasi pembersihan, kemudian akan dilanjutkan ke kawasan perkantoran. Terima kasih kepada tujuh BUMN yang telah membantu Aceh Tamiang untuk bangkit kembali,” tambahnya.
Sementara itu, Humas PKS Waskita Wilayah I, Agung Susilo, menjelaskan bahwa sistem pembayaran upah bagi tenaga kerja CFW dilakukan secara tunai, dengan waktu pembayaran paling cepat satu hari dan paling lama tujuh hari setelah pekerjaan dilaksanakan.
“Tenaga kerja diambil dari masyarakat setempat, bukan dari luar daerah. Hal ini bertujuan untuk memberdayakan warga yang terdampak bencana dan sempat kehilangan mata pencaharian agar dapat kembali bekerja di wilayah masing-masing,” jelas Agung.
Ia juga menyampaikan bahwa BUMN mendapat penugasan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), khususnya Direktorat Jenderal Cipta Karya, untuk melaksanakan tahapan awal berupa pembersihan lumpur secara menyeluruh.
“Tahap pertama difokuskan pada pembersihan lumpur. Selanjutnya, Direktorat Jenderal Cipta Karya akan menindaklanjuti dengan perbaikan konstruksi yang diperlukan setelah program CFW selesai,” ungkapnya.
Adapun mekanisme pendaftaran tenaga kerja CFW dilakukan secara langsung di lokasi pendaftaran perekrutan terpusat. Jumlah tenaga kerja yang direkrut menyesuaikan kebutuhan di masing-masing desa. Pendaftaran dibuka mulai 3 Februari 2025 hingga kuota terpenuhi, dengan persyaratan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Melalui pelaksanaan program Cash for Work ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang berharap semangat Aceh Bangkit Kembali dapat terwujud, sehingga masyarakat Aceh Tamiang dapat kembali beraktivitas secara normal dan berkelanjutan pascabencana.[]





