JEMBER – Penanews.co.id – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan pesan janganlah anti terhadap dunia, karena sejatinya peran dan fungsi utama manusia di muka bumi ini adalah sebagai khalifah.
Ungkapan ini disampaikan Haedar dalam Pengajian Ramadhan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur pada Sabtu (21/2).
Ia menjelaskan firman Allah SWT dalam QS Al-Baqarah ayat 29 dan Al-Hud ayat 61 bahwa peran serta tugas sejati seorang manusia adalah sebagai khalifah yang memakmurkan bumi.
“Tuhan memberikan segala hal yang ada di bumi untuk kamu. Lalu kita sebagai manusia diberi tugas utama oleh Allah sebagai khalifah di muka bumi untuk memakmurkannya,” ungkapnya dikutip dari Muhammadiyah.or.id.
Lebih lanjut, Haedar menerangkan esensi dari memakmurkan bumi adalah mengolah sumber daya alam yang ada demi kesejahteraan hidup bersama seluruh umat manusia.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PWM Jawa Timur, Sukadiono menyampaikan pentingnya ekoteologis sebagai paham pendekatan yang mengintegrasikan teologis ajaran Islam dengan lingkungan. Paham ini dapat menjadi bekal langkah manusia dalam menjalankan tugasnya selaku khalifah.
Terkhususnya di bulan Ramadan saat ini, menjadi momen yang tepat bagi umat muslim untuk mulai mencoba menerapkan paham ekoteologis ke dalam kehidupan sehari-hari.
“Nanti kalau pas buka puasa, bagaimana kita bisa menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan. Itu saya kira bagian dari ibadah ekologi,” jelas Sukodiono
“Dan insyaallah kalau alam sekitar kita terpelihara, kita rawat, maka musibah yang tidak-kita inginkan tidak akan terjadi,” tambahnya.
Rektor Universitas Muhammadiyah Jember, Hanafi berharap dengan adanya kajian ini, tidak hanya memperkuat keimanan warga Muhammadiyah, tetapi juga menambah pemahaman dan kesadaran atas kondisi lingkungan yang tengah krisis saat ini.
“Bukan hanya memperkuat nilai ibadah personal, tetapi juga sebagai ruang refleksi intelektual dan spiritual atas krisis lingkungan, iklim, serta degradasi moral dalam memperlakukan alam,” katanya.
Karena sejatinya keimanan seseorang tidak hanya terukur dari kesalehannya saja, tapi juga terwujud ke dalam berbagai bentuk kepeduliannya terhadap ekologis dan tanggung jawabnya sebagai khalifah di muka bumi.[]





