TEHERAN – Penanews.co.id – Departemen Hubungan Masyarakat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Selasa pagi bahwa gedung Pusat komando utama pangkalan udara AS yang terletak di distrik Sheikh Issa, Bahrain, menjadi sasaran gelombang ke -14 Operasi Janji Sejati 4 Iran.
“Pusat komando utama pangkalan udara AS di Bahrain diserang dan dihancurkan oleh rudal dan drone Iran,” ungkap IGRC, di kutip dari Tasnim, Selasa (03/03/2026).
Menurut IGRC, bangunan itu menjadi sasaran serangan besar-besaran di mana 20 drone dan 3 rudal menghantam dan menghancurkan bangunan tersebut serta membakar tangki bahan bakar utamanya, tambah pernyataan itu.
“20 drone dan 3 rudal menghantam dan menghancurkan pusat Komando AS itu serta membakar tangki bahan bakar utamanya,” tambah pernyataan itu.
Di rekaman video lainnya menunjukkan sebuah rudal kamikaze milik Iran, Al Shahed meluncur kencang ke kawasan pangkalan Juffair, dan menghantam sebuah lokasi yang diduga sebuah fasilitas radar milik pangkalan militer AS.
Sementara itu Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan telah berhasil menyerang sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan, termasuk Armada Kelima Angkatan Laut AS yang bermarkas di Bahrain.
Dalam pernyataan kedua yang dirilis setelah peluncuran serangan rudal dan drone sebagai respons atas agresi AS–Israel terhadap wilayah Iran, IRGC menyebut pihaknya telah secara serius menargetkan pangkalan-pangkalan militer AS di Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab, serta sejumlah lokasi militer di wilayah yang mereka sebut sebagai jantung tanah Palestina yang diduduki.
IRGC seperti dikutip kantor berita IRNA menambahkan, bahwa operasi bertajuk “True Promise-4” dilancarkan terhadap apa yang mereka sebut sebagai “militer kriminal Amerika Serikat dan rezim Zionis pembunuh anak-anak”, melalui serangan menyeluruh ke berbagai target regional milik pihak yang dianggap agresor.
Dalam pernyataannya, IRGC juga menegaskan bahwa serangan rudal dan drone oleh angkatan bersenjata Iran akan terus berlanjut.
Belum ada pernyataan resmi dari Departemen Perang AS perihal dampak serangan yang dilakukan Iran terhadap Juffair.
Namun sebelumnya Presiden AS Donald Trump telah menyampaikan dalam keterangan resminya bahwa serangan AS dan Israel terhadap sejumlah lokasi di Teheran dipastikan akan membawa dampak atau korban di pihak Amerika Serikat.
Sebelumnya, Saat negosiasi nuklir tidak langsung antara Teheran dan Washington, yang dimediasi oleh Oman, sedang berlangsung, AS dan rezim Israel melancarkan serangan terhadap Iran mulai Sabtu pagi, 28 Februari.
Sebagai tanggapan terhadap agresi AS-Israel, yang telah menyebabkan gugurnya Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei, sejumlah komandan militer senior, dan ratusan warga sipil, Iran telah meluncurkan Operasi Janji Sejati 4, melakukan serangan rudal dan drone besar-besaran terhadap target Israel dan pangkalan AS di kawasan tersebut.
Skip to content




