TEHERAN – Penanews.co.id – Operasi True Promise 4, yang dimulai setelah AS dan Israel melancarkan agresi mereka terhadap Iran, berlanjut kemarin dengan kekuatan yang lebih besar.
Juru bicara Markas Besar Khatam al-Anbiya mengatakan pada Selasa malam bahwa angkatan bersenjata Iran telah memberikan pukulan berat dan telak kepada pangkalan-pangkalan musuh serta pusat-pusat penting dan strategis di wilayah tersebut.
‘Operasi pembalasan Iran terhadap AS dan rezim Zionis berlanjut pada hari Selasa, dengan angkatan bersenjata negara itu menyerang lebih banyak target musuh” kata al-Anbiya, dikutip dari Tasnim, Rabu (04/03/2026).
Sebelumnya pada hari itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan peluncuran gelombang ke-16 operasi tersebut, di mana Angkatan Udara IRGC melakukan serangan rudal dan drone besar-besaran terhadap target di wilayah pendudukan Israel.
Operasi True Promise 4 menandai respons signifikan dari pasukan militer Iran terhadap agresi berkelanjutan rezim Zionis dan AS terhadap rakyat Iran.
Sebelumnya Departemen Hubungan Masyarakat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Selasa pagi bahwa gedung Pusat komando utama pangkalan udara AS yang terletak di distrik Sheikh Issa, Bahrain, menjadi sasaran gelombang ke -14 Operasi Janji Sejati 4 Iran.
“Pusat komando utama pangkalan udara AS di Bahrain diserang dan dihancurkan oleh rudal dan drone Iran,” ungkap IGRC, di kutip dari Tasnim, Selasa (03/03/2026).
Menurut IGRC, bangunan itu menjadi sasaran serangan besar-besaran di mana 20 drone dan 3 rudal menghantam dan menghancurkan bangunan tersebut serta membakar tangki bahan bakar utamanya, tambah pernyataan itu.
“20 drone dan 3 rudal menghantam dan menghancurkan pusat Komando AS itu serta membakar tangki bahan bakar utamanya,” tambah pernyataan itu.
Di rekaman video lainnya menunjukkan sebuah rudal kamikaze milik Iran, Al Shahed meluncur kencang ke kawasan pangkalan Juffair, dan menghantam sebuah lokasi yang diduga sebuah fasilitas radar milik pangkalan militer AS.
Sementara itu Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan telah berhasil menyerang sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan, termasuk Armada Kelima Angkatan Laut AS yang bermarkas di Bahrain.[]
Skip to content





