Damkar Pemkab Bireuen Tabrak Tronton yang Dikemudikan Warga Lhoksukon Saat ke Lokasi Kebakaran

by

BIREUEN – Penanews.co.id – Mobil pemadam kebakaran (Damkar) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen yang sedang menuju lokasi kebakaran mengalami kecelakaan lalu lintas di kawasan SPBU Karieng, Kecamatan Peudada, pada Minggu (8/3) pagi. Insiden tersebut menyebabkan dua petugas Damkar mengalami luka-luka.

Berdasarkan informasi armada Damkar tersebut berangkat dari Posko Induk Bireuen setelah menerima laporan kebakaran di Gampong Calok sekitar pukul 11.00 WIB.

Damkar dengan nomor polisi BL 9083 AB yang dikemudikan oleh Rudi Hartono melaju dari arah Bireuen (timur) menuju Peudada (barat) untuk membantu proses pemadaman kebakaran rumah warga di Gampong Calok, Kecamatan Peudada.

Rumah tersebut diketahui milik Afrizal Sulaiman (45), seorang nelayan yang tinggal bersama istrinya, Karmila (32), serta dua anak mereka, Raja Munawar yang masih duduk di bangku SMP dan Andriansyah yang merupakan murid kelas IV sekolah dasar.

Peristiwa bermula ketika Karmila membakar sampah di bagian samping barat rumah. Tanpa disadari, api kemudian menyambar kursi atau sofa busa bekas yang sebelumnya terendam banjir dan diletakkan di dekat lokasi pembakaran. Api pun sempat membesar dan mengancam bangunan rumah.

Namun nahas, saat melintas di depan SPBU Karieng dengan kecepatan tinggi, mobil pemadam itu terlibat tabrakan dengan sebuah truk tronton bernomor polisi BK 8325 BR yang dikemudikan Suryadi (50), warga Gampong Trieng Matang Ubi, Lhoksukon, Aceh Utara.

Berdasarkan keterangan saksi mata maupun data yang dihimpun media ini, kronologi kejadian bermula ketika mobil pemadam dari Bireuen, hendak melakukan tindakan untuk memadamkan kebakaran. Tiga ratus meter sebelum sampai SPBU, satu colt diesel yang berada di depan damkar sontak menepi saat mendengar sirine meraung, tapi naas truk tronton yang juga searah, tiba-tiba berbelok ke kanan, masuk ke SPBU.

Beruntung, Rudi Hartono yang hilang kendali masih sigap lalu membanting stir mobil dan kedua kendaraan itu, hanya berbenturan di bagian samping. Sehingga, penumpang di dalam damkar hanya mengalami luka ringan.

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, tapi supir pemadam dan dua anggota Regu B mengalami cedera dibagian bahu dan juga kaki akibat benturan dan terjepit dalam kabin sebelah kiri depan mobil yang harusnya mendapat prioritas utama di jalan raya itu.

Bahkan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan, pasal 134, kendaraan prioritas utama yang wajib didahulukan di jalan raya adalah pemadam kebakaran yang sedang bertugas.

Komandan Regu (Danru B) Pos Induk Kota Bireuen, Safrizal ditanyai Metro Aceh ditemui di Unit Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Fauziah mengatakan, saat menerima informasi rumah terbakar di Gampong Calok, Kecamatan Peudada.

Tiga unit mobil pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi dan saat itu Danru berada di mobil kedua, sampai di SPBU Karieng Peudada, armada paling depan dikemudikan oleh Rudi Hartono didampingi dua anggota pemadam.

“Saya tadi naik mobil pemadam kedua yang kecelakaan mobil pemadam di depan kami bertabrakan dengan mobil tronton informasi hendak belok ke SPBU itu,” ujarnya.

Tiga anggota Regu B menjadi korban yaitu Rudi Hartono (48) warga Gampong Pulo Kiton, Kecamatan Kota Juang, dua anggota Fauzannur (26) warga Gampong Juli Tambo Tanjong, Kecamatan Juli dan Dedi Sumardi (32) Gampong Meunasah Cut, Kecamatan Peudada.

Rudi Hartono saat ditanyai awak media ini di TKP mengaku, armada damkar yang sedang dikemudikannya, lagi diperjalanan menuju rumah warga terbakar di Gampong Calok, Kecamatan Peudada.

Sesampainya di lokasi pada bagian depan ada mobil truk Colt Diesel,”Saat mengetahui mobil kami dibelakang, supir truk colt itu langsung ke pinggir memberi jalan, tapi tiba-tiba mobil truk tronton barang berada didepannya berbelok dan masuk ke SPBU,” jelas Rudi.

Karena jarak sudah sangat dekat, dirinya tak dapat mengelak namun berupaya agar tidak berdampak lebih fatal, lalu membanting stir dan bertabrakan pada bagian samping kiri. Hingga dia bersama dua rekannya petugas, tidak mengalami luka parah.

Suryadi selaku supir Truk Tronton Mitsubishi BK 8325 BR bersama kernet Dahri (28) alamat Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara didampingi warga ditanyai Metro Aceh di SPBU Karieng, mengatakan mpbil truk troton membawa muatan barang kelontong dikemudikannya dari arah timur ke barat atau arah Medan ke Banda Aceh, sampai dekat lokasi kejadian, Suryadi baru masuk mau melewati satu unit mobil Pikup L300 muatan pasir.

Saat itu truk hendak masuk ke SPBU Karieng untuk berputar arah kembali ke arah Kota Bireuen dan bertabrakan dengan mobil pemadam datang dari arah belakang, jelasnya.

Kapolres Bireuen, AKBP Tuschad Cipta Herdani SIK.MMed Kom melalui Kasatlantas AKP Adtya kepada wartawan mengatakan, tabrakan antara mobil pemadam kebakaran Mitsubishi Cold Diesel dan mobil barang Truck Tronton Mitsubishi terjadi Minggu (8/3) pukul.11.30 WIB.

Identitas pengemudi Truck Tronton, Suryadi (51), pengemudi, alamat Desa Trieng Matang Ubi, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, dan pengemudi mobil Damkar alami luka ringan yaitu Rudi Hartono (48) Pegawai Negeri Sipil (PNS) Gampong Pulo Kiton, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen,

Identitas penumpang mobil Damkar Bireuen yaitu Dedi Sumardi (32), wiraswasta, Desa Meunasah Cut, Kecamatan Peudada, dan Fauzannur (26) wiraswasta, Desa Juli Tambo Tanjong Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen.

Rumah Terbakar

Sementara itu, Keuchik Calok Peudada Hardani ditanyai awak media ini di lokasi rumah yang terbakar di Dusun Teungoh itu adalah milik Afrizal Sulaiman (45) nelayan, saat kejadian sudah pergi mencari rezeki ke laut.

Rumah itu ditempati bersama istrinya yaitu Karmila (32) Ibu Rumah Tangga (IRT) bersama dua anak Raja Munawar pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Andriansyah Murid Sekolah Dasar (SD), rincinya didampingi warga.

Pemilik rumah Karmila kepada Metro Aceh dilokasi mengatakan sebelum kejadian dia ada membakar sampah disamping depan sebelah barat rumahnya, diluar dugaan apinya sudah menyambar sofa/kursi busa bekas banjir disamping rumahnya, dan langsung meminta bantuan warga.

Melihat kejadian itu warga meminta bantuan pemadam dan dua pemuda setempat Taufik (25) dan Rinaldi (25) yang baru pulang bekerja di tambak langsung membantu menyiram api yang telah menyala sangat besar di sofa bekas dan mengenai samping rumah korban, jelasnya.

Sumber metroaceh.com

Direkomendasikan untuk anda baca ini juga 👇

Menag Soroti Pengeras Suara Masjid Kurang Optimal, Rektor ITS Bilang Gini

ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *