LHOKSUKON – Penanews.co.id – Suasana Idul Fitri 1447 Hijriah di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, masih menyisakan jejak bencana banjir yang terjadi pada November 2025. Sejumlah anak penyintas masih berada dalam proses pemulihan, baik secara fisik maupun psikologis.
Di tengah kondisi tersebut, Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) menggelar Aksi Kemanusiaan Batch 10 pada hari kedua Lebaran, Minggu (22/3/2026). Kegiatan dipusatkan di Balai Pengajian Miftahul Jannah dengan menyasar anak-anak terdampak sebagai kelompok prioritas.
Aksi ini memadukan pelayanan kesehatan dan pendampingan psikososial sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana. Tim yang terlibat terdiri dari dokter umum, dokter gigi, tenaga kesehatan, serta relawan lokal.
Koordinator Aksi Kemanusiaan Batch 10, Noraliyatun, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk menghadirkan ruang aman bagi anak-anak di tengah suasana pascabencana yang belum sepenuhnya pulih.
“Hari raya biasanya identik dengan kebahagiaan dan kebersamaan. Namun, bagi sebagian anak di sini, situasinya berbeda karena mereka masih dalam proses pemulihan. Kami ingin menghadirkan suasana yang lebih hangat agar mereka tetap bisa merasakan momen tersebut,” ujar Noraliyatun dalam Keterangan tertulisnya, Selasa (24/03/2026)
Pemulihan Lewat Pendekatan Bermain
Pendampingan psikososial dilakukan melalui pendekatan yang ramah anak, seperti bermain bersama, interaksi kelompok, serta permainan tradisional. Metode ini dipilih untuk membantu anak mengekspresikan emosi dan mengurangi ketegangan pascabencana.
Sejumlah relawan memfasilitasi aktivitas yang mendorong interaksi sosial, seperti permainan kelompok dan sesi berbagi cerita. Anak-anak tampak antusias mengikuti kegiatan, yang sekaligus menjadi ruang untuk membangun kembali rasa aman.
Pendekatan ini sejalan dengan praktik umum dalam pemulihan psikososial pascabencana, di mana aktivitas bermain dinilai efektif membantu anak mengelola pengalaman traumatis tanpa tekanan.
Selain itu, tim juga memberikan edukasi kesehatan dasar kepada anak-anak dan orang tua, termasuk pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan untuk mencegah penyakit pascabanjir.
Layanan Kesehatan di Tengah Keterbatasan
Pelayanan kesehatan diberikan secara langsung di lokasi kegiatan untuk menjangkau warga yang masih memiliki keterbatasan akses layanan. Tim medis melakukan pemeriksaan umum serta memberikan penanganan awal terhadap keluhan kesehatan ringan.
Kehadiran layanan kesehatan lapangan dinilai penting pada fase pascabencana, terutama untuk mencegah penyakit ringan berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Distribusi 120 Paket Lebaran
Selain layanan kesehatan dan pendampingan psikososial, GEN-A juga menyalurkan 120 paket Lebaran kepada anak-anak penyintas banjir. Paket tersebut berasal dari donasi masyarakat dan disalurkan langsung di lokasi kegiatan.
Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus memberikan dukungan emosional bagi anak-anak agar tetap merasakan suasana hari raya.
Penyaluran Zakat Mal
Dalam kegiatan kali ini GEN-A juga menyalurkan zakat mal titipan dari para donatur kepada fakir miskin penyintas banjir kepada 65 asnaf yang berada di desa Geudumbak dan sekitarnya
Noraliyatun menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang telah berkontribusi dalam kegiatan tersebut.
“Kami berterima kasih kepada seluruh donatur yang telah mempercayakan bantuannya. Dukungan ini sangat berarti, tidak hanya secara material, tetapi juga memberikan semangat bagi anak-anak dan warga di sini,” katanya.
Pemulihan Pascabencana yang Berkelanjutan
Aksi kemanusiaan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan GEN-A dalam mendampingi masyarakat terdampak bencana, khususnya pada aspek kesehatan dan pemulihan psikososial anak.
Pendekatan terpadu yang menggabungkan layanan medis, edukasi, dan dukungan psikososial dinilai penting untuk memastikan proses pemulihan berjalan lebih menyeluruh.
Di banyak wilayah terdampak bencana, fase pemulihan kerap menjadi tantangan tersendiri. Tidak hanya infrastruktur yang terdampak, tetapi juga kondisi psikologis masyarakat, terutama anak-anak.
Melalui kegiatan ini, GEN-A berharap anak-anak di Desa Geudumbak dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih percaya diri dan merasa didampingi dalam proses pemulihan.
Di tengah keterbatasan yang masih dirasakan, kehadiran relawan menjadi salah satu bentuk dukungan nyata bahwa proses pemulihan tidak berjalan sendiri.[]
Skip to content





