Pakar Dunia Berkumpul di USK, Soroti Kesehatan Mental di Era Digital

by

BANDA ACEH – Penanews.co.id – Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Fakultas Kedokteran menyelenggarakan seminar internasional bertajuk “International Seminar for Mental Health and Social Wellbeing Issues in Digital Era” di Aula Gedung D Fakultas Kedokteran USK, Banda Aceh, Jumat (27 Maret 2026).

Seminar ini menghadirkan tiga pakar internasional sebagai pembicara utama, yakni Shr-Jie Sharlenna Wang, Ph.D. dari DIGNITY – Danish Institute Against Torture, Denmark; Sabrina Arredondo Mattson, Ph.D. dari Center for the Study and Prevention of Violence (CSPV), University of Colorado Boulder, Amerika Serikat; serta Morten Koch Andersen, Ph.D., Director of Research and Education dari Raoul Wallenberg Institute of Human Rights and Humanitarian Law.

Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan untuk membahas tantangan kesehatan mental dan kesejahteraan sosial yang semakin kompleks di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa perkembangan teknologi tidak hanya membawa peluang, tetapi juga menghadirkan risiko baru terhadap kesejahteraan sosial, khususnya bagi kelompok rentan.

“Tantangan ini menuntut pendekatan yang terpadu dan lintas disiplin. Kesehatan mental tidak lagi bisa dianggap sebagai isu sampingan, melainkan menjadi pilar utama dalam membangun sistem kesehatan masyarakat yang tangguh dan berkelanjutan,” ujar Agussabti.

Ia juga menyampaikan bahwa inisiatif penelitian ini merupakan bagian dari upaya penguatan Center for Mental Health and Social Wellbeing Research (CMHS) di USK yang direncanakan akan diresmikan dalam waktu dekat. Pusat riset ini diharapkan menjadi platform unggulan dalam pengembangan penelitian interdisipliner, advokasi kebijakan, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Agussabti turut memberikan apresiasi kepada tim peneliti USK yang dikoordinasikan oleh Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH dan Dr. Haiyun Nisa, S.Psi., M.Psi., Psikolog, selaku Co-Principal Investigators atas dedikasi dan peran strategis mereka dalam menginisiasi kolaborasi internasional ini.

Seminar ini merupakan bagian dari penelitian kolaboratif lintas negara dan multi-tahun yang telah dimulai sejak 2019 antara Fakultas Kedokteran USK bersama mitra internasional, yaitu DIGNITY, CSPV University of Colorado, University of Copenhagen, dan Universitas Indonesia.

Dalam sesi pemaparan, Shr-Jie Sharlenna Wang menyoroti keterkaitan antara urbanisasi dan kesehatan masyarakat di wilayah perkotaan (urban health). Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan kota yang pesat serta transformasi digital turut memengaruhi kesejahteraan sosial, termasuk akses layanan kesehatan mental bagi kelompok marginal.

Sementara itu, Sabrina Arredondo Mattson membahas strategi pencegahan kekerasan berbasis data melalui program Safe Communities Safe Schools (SCSS). Ia memaparkan bagaimana model identifikasi risiko kekerasan sejak dini dapat diadaptasi dalam konteks Indonesia untuk menciptakan lingkungan sekolah dan komunitas yang lebih aman.

Melengkapi perspektif tersebut, Morten Koch Andersen yang hadir secara virtual mengulas analisis jaringan sosial dan pengaruh teman sebaya dalam tindak pidana terorisme di Indonesia. Ia menekankan pentingnya memahami dinamika sosial ini sebagai bagian dari upaya pencegahan di era digital yang semakin kompleks.[]

ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *