JAKARTA – Penanews.co.id – Ketua Umum Kami Jokowi-Gibran, Razman Nasution, melontarkan pernyataan mengejutkan terkait kegaduhan isu ijazah palsu mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Razman mengeklaim telah mengantongi informasi mengenai adanya kucuran dana segar sebesar Rp50 miliar yang digunakan untuk menyokong agar isu ijazah Jokowi itu bisa bergulir.
Dalam keterangannya di program Interupsi pada Kamis (2/4/2026), Razman menyebutkan bahwa dana fantastis itu diduga berasal dari dua penyokong dana atau “bohir”.
“Nah informasi yang kami terima sebenarnya ada aliran dana yang Rp50 m itu oleh yang katanya yang tanda kutip 2 bohir,” ujar Razman,.dikutip Sindonews.
Bahkan, menurutnya, ada keterlibatan seseorang yang merupakan mantan pejabat di Indonesia. Razman menyebut pejabat ini juga terlibat dalam mendesain munculnya seorang pengacara berinisial AK.
“Sampailah ke seseorang, dan orang itu mantan pejabat juga di negara ini dan orang itulah yang mengondisikan pengacaranya hari ini. Bahkan termasuk keberadaan pengacara yang berinisial AK, jadi ada yang mendesain ini sebetulnya,” imbuh Razman.
Menurut Razman, pada akhirnya aliran dana ini akan turut dibongkar oleh Rismon Sianipar yang menjadi tersangka dalam kasus fitnah ijazah palsu Jokowi.
Adapun hal ini akan dibongkar usai Rismon menerima Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dari Polda Metro Jaya.
“Tapi pada waktunya menurut orang-orang yang komunikasi ke saya, kita yakin begitu SP3 diterima Rismon, maka Rismon akan preskon mengungkap ini,” pungkasnya.[]
Skip to content





