NEW YORK – Penanews.co.id – Lama tak terdengar kabarnya, Rudy Giuliani kembali memantik kegaduhan publik. Mantan Wali Kota New York yang juga pernah mantan pengacara pribadi Presiden Amerika Serikat Donald Trump, melontarkan pernyataan mengejutkan mengenai masa depan Inggris dan sosok rajanya, Charles III menganut agama Islam.
Dalam sesi bincang-bincang di YouTube bersama jurnalis Piers Morgan, Giuliani menyebut Inggris berpotensi menjadi negara dengan dominasi Muslim dalam satu dekade ke depan.
Ia bahkan menyinggung kemungkinan bahwa Raja Charles III dapat disebut sebagai “raja Muslim Inggris”.
Pernyataan tersebut muncul ketika Giuliani membahas pandangannya terkait konflik geopolitik, khususnya dukungannya terhadap aliansi Amerika Serikat dan Israel dalam menghadapi Iran.
Menurut Giuliani, ia memperoleh informasi dari sejumlah sumber di Inggris yang menyebut perubahan demografi dan politik di negara tersebut akan mengarah pada dominasi komunitas Muslim dalam waktu sekitar 10 tahun.
“Gereja Katolik Roma sekarang lebih besar di Inggris dibandingkan Gereja Anglikan. Dan Charles III mungkin adalah raja Muslim Inggris,” kata Giuliani seperti dikutip sejumlah media internasional.
Teori Konspirasi yang Sudah Lama Beredar
Meski demikian, klaim bahwa Raja Charles III diam-diam memeluk Islam sebenarnya telah lama beredar sebagai teori konspirasi di internet.
Isu tersebut muncul karena ketertarikan Charles terhadap kebudayaan dan pemikiran Islam.
Ia bahkan pernah mempelajari bahasa Arab agar dapat membaca Al-Qur’an secara langsung.
Dalam sejumlah pidatonya, Charles juga sering menekankan kesamaan nilai antara tiga agama monoteistik besar: Islam, Kristen, dan Yahudi. Ia menilai banyak kesamaan spiritual di antara ketiganya yang sering tidak disadari publik.
Dalam wawancara yang sama, Giuliani juga menilai komunitas Muslim di Inggris memiliki pengaruh politik yang cukup kuat.
Ia mencontohkan beberapa tokoh Muslim yang menduduki jabatan publik penting, termasuk Wali Kota London, Sadiq Khan.
Selain itu, Giuliani turut menyinggung perdebatan mengenai penggunaan cadar, penerapan hukum syariah, hingga pengaruh politik komunitas Muslim terhadap pemerintahan Inggris.
Ia juga menyebut Perdana Menteri Inggris saat ini, Keir Starmer, berada dalam dinamika politik yang dipengaruhi oleh komunitas tersebut.
Fakta Demografi di Inggris
Meski begitu, data demografi menunjukkan jumlah Muslim di Inggris masih relatif kecil dibanding total populasi.
Komunitas Muslim diperkirakan hanya sekitar 5 persen dari keseluruhan penduduk Inggris. Namun Giuliani berpendapat kelompok tersebut memiliki pengaruh yang cukup signifikan dalam kehidupan sosial dan politik.
Di sisi lain, Raja Charles III diketahui merupakan penganut Gereja Anglikan yang taat.
Ketertarikannya pada Islam lebih berkaitan dengan pandangan intelektual dan spiritual, terutama dalam kerangka pemikiran tradisionalisme yang menekankan kesamaan nilai antaragama.
Dalam pidato pada 2006, Charles pernah menyampaikan bahwa masyarakat modern perlu kembali memahami dimensi spiritual yang kuat dalam peradaban masa lalu.
Sementara itu, sikap resmi Raja Charles III terhadap konflik geopolitik seperti ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran tidak pernah disampaikan secara terbuka. Namun ia pernah dilaporkan secara pribadi menentang invasi Irak pada tahun 2003.[]
Sumber Pikiran Rakyat
Skip to content





