TEHERAN – Penanews.co.id – Situasi di Timur Tengah mencapai titik didih menyusul ancaman keras dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran. Mereka menegaskan akan memperluas cakupan konflik hingga ke luar kawasan jika Amerika Serikat berani melanggar “garis merah” dengan menyerang fasilitas sipil menaggapi atas anacaman terbaru trump.
Sebelumnya Truma mengeluarkan ancaman Seluruh peradaban akan mati malam ini, dan tidak akan pernah bisa dihidupkan kembali.
Atas ancaman itu Iran tidak main-main, balas mengancam akan melakukan penyitaan pasokan minyak dan gas milik AS serta sekutunya dalam jangka waktu yang sangat panjang.
“IRGC Iran mengatakan akan membalas di luar kawasan dan akan merampas pasokan minyak dan gas dari AS dan sekutunya “selama bertahun-tahun” jika AS melanggar “garis merah” dan menyerang fasilitas sipil,” ungkap IGRC seperti di rilis Al Jazeera Selasa (08/04/2026).
Dalam ancaman terbarunya terhadap Iran , presiden AS mengatakan, “Seluruh peradaban akan mati malam ini,” dengan tenggat waktu yang ia tetapkan untuk pembukaan kembali penuh Selat Hormuz hanya tinggal beberapa jam lagi.
“Seluruh peradaban akan mati malam ini, dan tidak akan pernah bisa dihidupkan kembali,” demikian ia memulai unggahannya di platform Truth Social miliknya.
“Saya tidak ingin itu terjadi, tetapi mungkin akan terjadi. Namun, sekarang kita memiliki Perubahan Rezim yang Lengkap dan Total, di mana pikiran yang berbeda, lebih cerdas, dan kurang radikal berkuasa, mungkin sesuatu yang revolusioner dan luar biasa dapat terjadi,” lanjutnya.
“SIAPA TAHU? Kita akan mengetahuinya malam ini, salah satu momen terpenting dalam sejarah dunia yang panjang dan kompleks. 47 tahun pemerasan, korupsi, dan kematian, akhirnya akan berakhir. Tuhan memberkati rakyat Iran yang hebat!”.[]
Skip to content





