China Murka Kapal Iran Dibajak AS, Sebut Ini Kepada Trump

by

BEIJING – Penanews.co.id – Pihak berwenang di China akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait langkah Amerika Serikat (AS) yang melakukan penyitaan terhadap kapal Touska milik Iran. Sebagai bentuk reaksi atas ketegangan tersebut, Beijing mendesak agar dialog perdamaian antara Teheran dan Washington segera diaktifkan kembali guna meredam situasi pasca-insiden penyitaan.

​Dalam sebuah konferensi pers yang digelar untuk merespons manuver militer Washington, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, memaparkan posisi negaranya. Mengutip laporan dari BBC News, China China secara tegas menyatakan kekhawatirannya atas tindakan pencegatan paksa yang dilakukan oleh pasukan Amerika Serikat di perairan tersebut.

“China menyatakan keprihatinan atas pencegatan paksa kapal tersebut oleh pasukan AS,” ujar Guo dalam konferensi pers tersebut dikutip Selasa (21/4/2026).

Kementerian Luar Negeri China sebelumnya juga telah mengeluarkan pernyataan keras terkait aktivitas militer Amerika Serikat di perairan Timur Tengah. Beijing menilai langkah Amerika Serikat melakukan blokade angkatan laut di pelabuhan-pelabuhan Iran merupakan tindakan yang dapat merusak stabilitas global.

“Blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab dan berbahaya,” sebut pihak Kementerian Luar Negeri China dalam pernyataan sebelumnya.

Saat ini, China diperkirakan menjadi pembeli utama dengan menyerap sekitar 90% dari total ekspor minyak Iran. Para analis menilai bahwa blokade yang dilakukan oleh Amerika Serikat merupakan strategi untuk menekan China agar ikut memberikan tekanan ekonomi kepada pihak Teheran.

Di sisi lain, upaya diplomasi regional juga dikhawatirkan menemui jalan buntu dalam pertemuan yang digelar di Islamabad, Pakistan. Hal ini karena pihak Iran memilih untuk tidak hadir dalam forum tersebut akibat manuver Washington ini.

Ketidakhadiran Iran di Islamabad membuat proses pembahasan mengenai stabilitas kawasan terhambat sepenuhnya. Kondisi ini memperparah ketegangan internasional di tengah ancaman blokade Amerika Serikat yang berdampak langsung pada pasokan energi menuju China.

ya