Iran; Trump Perpanjang Gencatan Senjata Hanya Tipu Daya

by

TEHERAN – Penanews.co.id – Pemerintah Iran memandang sebelah mata langkah mendadak Presiden AS Donald Trump yang memperpanjang masa gencatan senjata pada Selasa (21/4). Bagi Teheran, keputusan yang diambil hanya beberapa jam sebelum tenggat waktu tersebut dianggap tidak memiliki urgensi maupun nilai diplomasi yang berarti.

​Mahdi Mohammadi, selaku Penasihat Ketua Parlemen Iran, melontarkan kritik tajam terhadap klaim Washington. Ia menyebut alasan Trump—bahwa perpanjangan tersebut bertujuan memberikan ruang bagi Iran untuk mematangkan proposal perundingan—hanyalah sebuah retorika kosong yang tidak berdasar pada kenyataan.

Alih-alih melihatnya sebagai upaya damai, Mohammadi menilai penundaan ini sebagai strategi manipulatif untuk memanipulasi situasi. Ia mencurigai bahwa AS sebenarnya sedang berupaya mengulur waktu demi mempersiapkan posisi yang lebih menguntungkan untuk melancarkan serangan kejutan terhadap negaranya.

“Selain itu, perpanjangan gencatan senjata oleh Trump jelas merupakan tipu daya untuk membeli waktu demi melancarkan serangan mendadak. Saatnya Iran mengambil inisiatif,” ucap Mohammadi dalam pernyataan yang diterjemahkan dan diunggah melalui media sosialnya seperti dikutip Al Jazeera, Rabu (22/4).

Mohammadi juga menilai Trump telah kalah pertempuran lantaran Iran tak langsung manut pada ajakan AS untuk berunding begitu saja.

Ia juga menilai blokade laut hingga penyitaan kapal Iran yang dilakukan AS sama saja dengan berperang.

“Pihak yang kalah tidak bisa mendikte syarat. Kelanjutan pengepungan tidak berbeda dengan pengeboman dan harus dibalas dengan respons militer,” ujar Mohammadi menambahkan.

Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata beberapa jam sebelum berakhir pada Rabu (22/4).

Padahal, beberapa jam sebelumnya Trump juga melontarkan ancaman terbaru kepada Iran bahwa AS akan mengebom Teheran lagi habis-habisan jika perundingan putaran kedua yang akan berlangsung di Pakistan hari ini batal dan gencatan berakhir.

Trump beralasan AS mau memberikan waktu bagi para pimpinan Iran merampungkan proposal perundingan yang ia klaim sedang terpecah. Trump mengeklaim perundingan putaran dua AS-Iran tak terlaksana sesuai rencana lantaran konflik internal Iran.

Ia turut mengeklaim perpanjangan masa gencatan ini juga atas permintaan Pakistan selaku mediator.

“Berdasarkan fakta bahwa Pemerintah Iran saat ini mengalami perpecahan serius, sesuatu yang tidak mengejutkan, serta atas permintaan Marsekal Lapangan Asim Munir dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dari Pakistan, kami diminta menunda serangan terhadap Iran sampai para pemimpin dan wakil mereka dapat menyusun proposal yang terpadu,” kata Trump.

Meski begitu, Trump memastikan AS tetap menerapkan tekanan maksimal bagi Iran selama perpanjangan gencatan senjata berlangsung sampai tenggat waktu yang belum ditentukan.

Ia menuturkan AS akan tetap menerapkan blokade laut bagi Iran selama perpanjangan gencatan senjata.

“Karena itu, saya telah memerintahkan militer kami untuk melanjutkan blokade dan, dalam segala hal lainnya, tetap siap serta mampu bertindak. Saya juga akan memperpanjang gencatan senjata sampai proposal tersebut diajukan dan pembahasan selesai, apa pun hasil akhirnya,” ucap Trump.[]

ya