BANDA ACEH – Penanews.co.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meluapkan kekesalannya atas pernyataan sejumlah orang yang mengatakan “AS kalah dalam perang melawan Iran”.
Trump menganggap orang yang mengatakan hal itu adalah ‘pengkhianat’.
detikcom merangkum, Sabtu (02/05/2026), pernyataan kekalahan itu dilontarkan oleh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei. AS disebut menerima kekalahan yang memalukan.
“Hari ini, dua bulan setelah pengerahan militer dan agresi terbesar oleh para pengganggu dunia di kawasan ini, dan kekalahan memalukan Amerika Serikat dalam rencananya, babak baru sedang berlangsung untuk Teluk Persia dan Selat Hormuz,” kata Khamenei dalam pesan yang dibacakan di televisi pemerintah dilansir AFP, Kamis (30/04).
Pesan Khamenei, yang belum muncul di depan umum sejak pengangkatannya pada 9 Maret sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru, disampaikan pada perayaan nasional tahunan Hari ‘Teluk Persia’ di Iran.
Mojtaba Khamenei menjadi pemimpin tertinggi setelah AS dan Israel melancarkan kampanye serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari 2026, yang menewaskan ayahnya dan pendahulunya, Ali Khamenei.
Pekan lalu, New York Times mengutip beberapa pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa Khamenei muda “terluka parah” dalam serangan tersebut tetapi tetap “berpikiran tajam.”
Dalam pesannya pada Kamis (30/04), ia mengatakan pangkalan-pangkalan AS di wilayah tersebut “bahkan tidak memiliki kapasitas untuk memastikan keamanan mereka sendiri, apalagi memberikan harapan untuk mengamankan sekutu mereka.”
Ia memuji apa yang disebutnya sebagai “kerangka hukum dan pengelolaan baru” Iran atas Selat Hormuz yang strategis, sebuah titik rawan energi utama, sebagai cara untuk membawa “kenyamanan dan kemajuan” bagi negara-negara di kawasan tersebut.
Selat tersebut telah menjadi titik konflik utama sejak pecahnya perang Timur Tengah, dengan Iran hanya mengizinkan sedikit kapal untuk melewati jalur air tersebut.
Trump Kesal Disebut KalahTerbaru, Trump mengatakan jika ada yang menganggap AS tidak memenangkan perang dengan Iran, maka orang itu disebut melakukan pengkhianatan. Trump bicara mengenai pendapat orang tentang AS selama berperang dengan Iran.
“Kita mendapat pernyataan dari kelompok kiri radikal, ‘Kita tidak menang, kita tidak menang.’ Mereka tidak memiliki kekuatan militer lagi. Sungguh luar biasa. Sebenarnya, saya percaya itu adalah pengkhianatan, oke. Anda ingin tahu yang sebenarnya – itu adalah pengkhianatan,” kata Trump dalam pidatonya di The Villages, Florida, dilansir CNN, Sabtu (2/5).
Trump mengatakan ia tidak ingin terlalu cepat berbicara tentang kemenangan di Iran. Sebab, menurutnya perang belum benar-benar selesai.
“Kita juga hampir sama baiknya di Iran. Tapi saya tidak suka membicarakannya sampai pekerjaan selesai,” kata Trump, tanpa mengakui perbedaan yang jelas antara kedua konflik tersebut.
Trump diketahui telah berulang kali mengatakan AS telah menghancurkan angkatan laut Iran dan menekankan “kejeniusan” blokade AS terhadap kapal-kapal yang masuk dan keluar pelabuhan Iran. Namun, Iran masih mempertahankan pengaruhnya atas Selat Hormuz.[]
Skip to content





