Akses Pascabencana Masih Terisolir, Prajurit TNI dan Warga Gotong-royong Bangun Jembatan Darurat di Ketol Aceh Tengah

by

TAKENGON – Penanews.co.id – Di tengah derasnya arus sungai dan medan yang terjal, semangat gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat tak sedikit pun surut. Kamis pagi (9/1/2026), ratusan warga bersama personel TNI bahu-membahu mengangkat kayu balok melintasi sungai demi satu tujuan mulia, yakni menghadirkan kembali akses penghubung kehidupan bagi masyarakat Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah yang terputus pascabencana bencana banjir bandang November lalu.

Pemandangan tersebut bukan sekadar aktivitas pembangunan fisik semata, melainkan potret nyata ketulusan, pengorbanan, dan harapan yang menyatu di tengah keterbatasan. Dengan penuh kehati-hatian, kayu-kayu balok dipanggul bersama melewati arus sungai yang deras, mencerminkan kuatnya tekad bersama untuk memulihkan akses vital yang selama ini terputus.

Pembangunan jembatan darurat gantung di Desa Burlah hingga kini terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Jembatan ini menjadi urat nadi penghubung ruas jalan antar desa, mulai dari Desa Kala Ketol, Desa Burlah, Desa Kekuyang, Desa Buge Ara, hingga Desa Bintang Pepara.

Sebelumnya, terputusnya akses ini sangat menyulitkan aktivitas masyarakat, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, maupun mobilitas sehari-hari.

Pada tahap pekerjaan terbaru, fokus kegiatan diarahkan pada pengambilan kayu balok (glogor) yang akan digunakan sebagai bagian utama struktur jembatan.

Proses pengambilan dilakukan secara manual karena kondisi medan di lokasi pengambilan kayu yang curam dan terjal, sehingga tidak memungkinkan penggunaan alat berat. Situasi ini menuntut tenaga ekstra, kekompakan, serta tingkat kehati-hatian yang tinggi demi keselamatan seluruh personel dan warga yang terlibat.

Pengerjaan jembatan darurat tersebut melibatkan 6 personel Koramil 09/Ketol, 20 personel Yon TP 854/DK serta 31 Personel Yon Zipur 6/DS. Selain itu, sekitar 150 warga masyarakat setempat turut ambil bagian secara sukarela, menunjukkan kuatnya sinergi antara aparat TNI dan rakyat.

Untuk mendukung kelancaran pembangunan, berbagai material telah berhasil dimobilisasi ke lokasi pembangunan jembatan. Seluruh material diangkut secara bertahap menyesuaikan kondisi medan dan akses menuju lokasi.

Meski dihadapkan pada tantangan alam yang tidak ringan serta keterbatasan sarana dan prasarana, semangat kebersamaan menjadi kekuatan utama dalam setiap tahapan pekerjaan. Setiap kayu yang dipanggul, setiap langkah yang diayunkan di dalam arus sungai, menjadi bukti bahwa jembatan ini dibangun bukan hanya dari besi dan semen, melainkan juga dari harapan, kepedulian, dan rasa saling memiliki.

Apabila jembatan darurat gantung ini rampung, masyarakat Desa Burlah dan desa-desa sekitarnya akan kembali merasakan kemudahan akses antarwilayah. Lebih dari itu, keberadaan jembatan ini diharapkan mampu menggerakkan kembali roda perekonomian, memperlancar aktivitas pendidikan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Jembatan tersebut juga menjadi simbol bahwa dalam situasi sulit sekalipun, negara hadir dan berdiri bersama rakyatnya.[Kodamim]

ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *