Alkes RSUD dr.Fauziah Bireuen Bernilai Puluhan Milyar Terbengkalai, dr.Mukhtar; Seakan Kami Cari Fee dari Alkes

by
Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen, dr Mukhtar MARS

BIREUEN — Direktur RSUD dr. Fauziah Bireuen, dr. Mukhtar MARS, menyatakan pihaknya terbuka terhadap kritik membangun untuk meningkatkan kualitas layanan rumah sakit. Namun, ia menegaskan bahwa kritik harus disertai bukti faktual dan tidak mengandung unsur fitnah. RSUD dr. Fauziah merupakan rumah sakit rujukan utama di Kabupaten Bireuen.

Pernyataan tersebut disampaikan Mukhtar pada kabarmerdeka.net saat menghadiri buka puasa bersama di Komplek Meuligoe Bupati Bireuen, Jumat (21/3/2025).

Mukhtar juga menanggapi pemberitaan baru baru ini ada salah satu media yang menayangkan berita “Alkes Bernilai Puluhan Miliar Terbengkalai di RSUD dr Fauziah Bireuen”.

Isi kalimat berita dari salah satu media tersebut bermacam alat-alat kesehatan (Alkes) yang dibeli sejak beberapa tahun terakhir, dikabarkan terbengkalai dan tidak difungsikan.

Padahal, peralatan dengan tehnologi tinggi ini memiliki harga mencapai puluhan miliar rupiah membeberkan, berbagai Alkes yang berada di ruang Occa, Radiologi dan Urologi RSUD dr Fauziah, hingga kini teronggok tak berfungsi, karena belum diurus izin oleh manajemen rumah sakit Pemerintah daerah itu, akibat belum sanggup melengkapi dokumen dasar serta persyaratan yang ditentukan.

Disinyalir, mulai saat pembelian ada permainan harga hingga spesifikasi yang tidak sesuai, menjadi bagian skandal praktik culas pengadaan Alkes, dan menduga pengadaan Alkes itu hanya demi mencari fee.

Bahkan media tersebut mengatakan, sejumlah Alkes yang dibeli sejak beberapa tahun terakhir ini dan terbengkalai yaitu di ruang Radiologi yakni Flouroscopy, Mobile Unit X-Ray, Mammography dan Dental Panoramic. Selain itu, di ruang Occa ada C-arm atau mesin radiologi berbentuk huruf C untuk memindai pasien menggunakan sinar X.

Kemudian ada di ruang Urologi mesin pemecah batu ginjal tanpa operasi atau ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) yang menggunakan gelombang kejut dari luar tubuh, dibeli dengan harga fantastis tetapi seluruh Alkes tersebut, hingga kini masih terbengkalai di RSU dr Fauziah Bireuen dan tak bisa difungsikan.

Baca Juga:  Uji Kompetensi Wartawan Angkatan XVIII Digelar di Lhokseumawe

Sebagai Direktur RSUD dr.Fauziah Kalimat salah satu media tersebut jelas sangat merugikan diri nya , seakan akan kami mencari fee melalui Alkes (Alat alat kesehatan).

Kami siap menerima kritikan apapun dan dari siapapun yang tujuannya untuk kebaikan, perubahan dan kemajuan pelayanan rumah sakit, tapi jangan lah membuat suatu berita yang seakan seakan terlalu menyudutkan kami yang bisa menimbulkan fitnah.

Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen, dr Mukhtar MARS menambahkan, padahal saya sudah menjelaskan kepada media tersebut bahwa ada beberapa alat-alat itu kini belum difungsikan karena berbagai alasan, diantaranya sedang dalam pengurusan izin, perpanjangan izin, verifikasi oleh BPJS dan perbaikan ruang operasi serta harus diservis maupun penggantian suku cadang.

“Semua alat-alat itu tetap difungsikan seperti C-arm yang dibeli tahun lalu, saat ini masih menunggu perbaikannya kamar operasi dan pengurusan izin,” jelasnya.

Namun, ada juga beberapa alat lain yang tak bisa dipergunakan lagi, karena memang telah terlalu tua, pungkas dr Mukhtar MARS mengakhirinya.[]

Sumber BeritaMerdeka.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *