‘Anggota Dewan’ ini Diminta Tinggal di Dekat Kandang Babi, untuk Merasakan Seperti Penderitaan Warga

by
SULTAN Selangor, Sultan Sharafuddin Idris Shah. | FOTO Bernama

SHAH ALAM – Penanews.co.id– Sultan Selangor, Sultan Sharafuddin Idris Shah, mengungkapkan kesedihan mendalam dan ketidaksetujuannya terhadap rencana Pemerintah Negara Bagian Selangor memindahkan operasi peternakan babi ke Bukit Tagar, Hulu Selangor pada tahun 2030. Ia meminta anggota dewan tinggal di Kawasan kandang babi untuk ikut merasakan penderitaan warga

Dalam sebuah pernyataan, Yang Mulia tidak setuju, terutama karena ada kemungkinan hal itu akan melibatkan peternakan babi skala besar dan berorientasi pada ekspor ke luar negeri.

Pada prinsipnya, Yang Mulia setuju dengan keberadaan peternakan babi dalam skala kecil dan terkontrol untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Tionghoa dan non-Muslim di Selangor.

“Namun, perancangan berskala besar adalah tidak wajar, tidak sensitif dan tidak seimbang dengan realiti demografi serta keharmonian masyarakat Selangor yang majoritinya adalah populasi orang Melayu Islam,” ungkap Sultan dikutip dari Harian Metro, Sabtu (10/01/2026)

“Namun, perencanaan berskala besar tidak tepat, tidak peka, dan tidak proporsional dengan realitas demografis dan keharmonisan masyarakat Selangor, yang mayoritas penduduknya adalah Muslim Melayu.” lanjut Sultan

Yang Mulia juga menyampaikan keprihatinan mengingat daerah Kuala Langat dihuni oleh banyak orang Melayu, dan hingga hari ini, masalah terkait peternakan babi di daerah tersebut masih belum sepenuhnya terselesaikan sejak tahun 2010.

“Warga di daerah tersebut telah lama menderita berbagai dampak negatif, termasuk bau busuk yang menyengat, polusi air sungai, dan masalah lalat yang tak kunjung usai, yang memengaruhi kualitas hidup dan kesehatan masyarakat,” menurut pernyataan Yang Mulia hari ini.

Melalui pesan yang sama, Sultan Selangor juga menekankan bahwa kediamannya, Istana Pantai Bahagia, terletak di Kuala Langat, dan bahwa beliau telah menyaksikan langsung dampak polusi bau yang disebabkan oleh kegiatan peternakan babi di daerah tersebut.

“Oleh karena itu, tidak masuk akal jika masalah yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade ini dibiarkan terulang kembali dalam skala yang lebih besar,” tulis Sultan dalam pesannya

Untuk itu, Yang Mulia mengusulkan kepada para wakil rakyat untuk tinggal dan menetap di dekat daerah peternakan babi seperti di Kuala Langat dan merasakan sendiri pengalaman nyata yang dialami oleh penduduk sekitarnya.

“Oleh karena itu, Yang Mulia tidak menyetujui usulan untuk menjadikan daerah Kuala Langat sebagai lokasi sementara untuk peternakan babi sebelum dipindahkan ke Bukit Tagar karena beliau khawatir masalah polusi yang telah berlangsung di daerah tersebut selama 16 tahun terakhir akan semakin memburuk,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Sementara itu, Sultan Sharafuddin juga mempertanyakan apakah perencanaan proyek peternakan babi skala besar ini melibatkan kepentingan kelompok politisi dan pengusaha tertentu, serta menyampaikan kekhawatiran tentang kemungkinan korupsi, konflik kepentingan, atau kebocoran tata kelola dalam proses perencanaan dan persetujuan proyek tersebut.

Yang Mulia juga mengingat kembali inisiatif pemerintah negara bagian untuk mengirim perwakilan ke luar negeri guna memperoleh informasi tentang peternakan babi modern, namun dilaporkan bahwa biaya modernisasi sangat tinggi dan tidak mampu ditanggung oleh para pengusaha peternakan.

“Oleh karena itu, Yang Mulia mempertanyakan usulan terbaru ini apakah akan sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah negara bagian, padahal alokasi tersebut akan lebih bermanfaat jika disalurkan untuk pengembangan fasilitas dasar bagi masyarakat seperti sekolah dan rumah sakit.” Tambah yang mulia dalam pernyataannya.

Yang Mulia menekankan bahwa beliau tidak sepenuhnya menolak proyek yang diusulkan, tetapi studi pasar harus dilakukan dengan cermat dan rasional sebelum keputusan akhir dibuat.

“Hal ini karena pembangunan ekonomi tidak dapat mengorbankan kesejahteraan rakyat, keberlanjutan lingkungan, dan keharmonisan komunitas multiras di Selangor,” demikian penjelasan dalam pernyataan tersebut.

Media sebelumnya memberitakan, peternakan babi di Selangor hanya diperbolehkan beroperasi di Peternakan Tumbuk, Tanjong Sepat, Kuala Langat mulai tahun ini.

EXCO Infrastruktur dan Pertanian Selangor, Datuk Ir Izham Hashim, mengatakan hal ini untuk memfasilitasi koordinasi dan titik pengendalian penyakit, termasuk demam babi Afrika (ASF).

Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut, berdasarkan diskusi di Dewan Eksekutif Negara Bagian (MMKN) kemarin, dibuat untuk jangka waktu tiga tahun sebelum semua peternakan babi dipindahkan ke Bukit Tagar.[]

ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *