Area Hajar Aswad Jadi Sorotan, Saudi Keluarkan Imbauan Ini untuk Jemaah Umrah

by

BANDA ACEH – Penanews.co.id – Lonjakan jumlah jemaah umrah pada awal tahun 2026 mendorong otoritas Arab Saudi kembali mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban saat melaksanakan tawaf di Masjidil Haram. Area sekitar Hajar Aswad menjadi salah satu titik yang mendapat sorotan karena sering menimbulkan kepadatan dan menghambat pergerakan jemaah.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Arab Saudi, jemaah diimbau untuk tidak berlama-lama atau berhenti di sekitar Hajar Aswad agar arus tawaf tetap lancar serta kenyamanan dan keselamatan seluruh jemaah dapat terjaga.

Kemenhaj Saudi, melalui unggahan resmi di platform X, menekankan bahwa tanggung jawab menjaga ketertiban tawaf merupakan kewajiban bersama seluruh jemaah.

“Wahai Hamba Allah, menjamin kenyamanan orang-orang yang melaksanakan tawaf adalah tanggung jawab bersama yang menjunjung tinggi ketenangan dan kedamaian ritual. Hindari berhenti di Hajar Aswad,” demikian imbauan Kemenhaj di platform X @MoHU_En dikutip dari Himpuhnews, Selasa (06/01/2026).

Imbauan ini menegaskan kembali bahwa mencium atau menyentuh Hajar Aswad tidak termasuk rukun atau syarat sah tawaf. Amalan tersebut bersifat sunnah, sehingga tidak melakukannya sama sekali tidak membatalkan ibadah haji maupun umrah.

Jemaah tetap diperbolehkan memberi isyarat ke arah Hajar Aswad sambil berjalan mengikuti arus tawaf. Berhenti tepat di depan batu hitam tersebut justru berpotensi menimbulkan desakan dan mengganggu kekhusyukan jemaah lain.

Menurut Kemenhaj Saudi, kebiasaan berhenti di Hajar Aswad sering kali menyebabkan penumpukan massa, saling dorong antarjemaah, hingga memperlambat sirkulasi tawaf di area Ka’bah. Kondisi ini dinilai bertentangan dengan tujuan utama ibadah yang menekankan ketenangan dan kekhusyukan.

Dalam Ensiklopedia Fiqih Haji dan Umrah karya Agus Arifin, dijelaskan bahwa Hajar Aswad berada di sudut tenggara Ka’bah dan menjadi penanda awal serta akhir putaran tawaf. Jika jemaah kesulitan untuk menciumnya, disunnahkan menyentuh dengan tangan. Bila masih tidak memungkinkan, jemaah cukup mengisyaratkan tanpa perlu berhenti.

Kesunnahan ini merujuk pada hadits Abdullah bin Umar RA:

“Sesungguhnya Rasulullah SAW beristilam (menyentuh) rukun Yamani dan Hajar Aswad setiap kali beliau tawaf.” (HR Muttafaq ‘Alaih)

Otoritas Saudi berharap imbauan ini dapat meningkatkan kesadaran jemaah untuk saling menjaga kenyamanan, khususnya di tengah kepadatan jemaah umrah yang terus meningkat.[]

ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *