AS Menghadapi Krisis Rudal, Sekutu Menolak Bantu Trump Serang Iran

by

BANDA ACEH – Penanews.co.id – Amerika Serikat kini menghadapi tekanan logistik militer yang kian serius di tengah eskalasi konflik dengan Iran, setelah sejumlah sekutu tradisional menolak permintaan Presiden Donald Trump untuk memberikan dukungan dalam operasi perang tersebut.

‘Saat perang melawan Iran memasuki hari kedua belas, militer AS menghadapi kekurangan rudal pertahanan udara yang parah di wilayah tersebut,” sebut sumber militer yang mengetahui situasi tersebut dikutip dari media Press TV

Melalui sumber di dalam Angkatan Darat AS yang memiliki pengetahuan langsung tentang operasi militer Amerika, sebuah penilaian dilakukan mengenai upaya logistik AS untuk mentransfer senjata dari lokasi strategis di seluruh dunia ke wilayah Asia Barat.

Sumber tersebut mengungkapkan bahwa pasukan AS sedang berpacu untuk mengangkut senjata dari teater strategis global lainnya ke wilayah tersebut di tengah menipisnya sumber daya dengan cepat, sebagai konsekuensi langsung dari serangan balasan dahsyat Iran di bawah Operasi True Promise 4.

Ia menyebutkan, pengerahan kembali darurat ini dilakukan karena semua serangan pesawat tak berawak dan rudal Iran dalam beberapa hari terakhir berhasil mengenai sasarannya, baik di wilayah pendudukan maupun di pangkalan militer AS di seluruh wilayah tersebut, yang mengungkap celah kritis dalam kemampuan pertahanan udara Amerika.

“Kemunduran ini telah mendorong Presiden AS Donald Trump untuk segera meminta bantuan kepada sekutu-sekutu Eropa dan Asia Tenggara, namun ditolak secara luas,” menurut sumber tersebut.

Menurut penilaian sumber tersebut, persediaan rudal pertahanan udara AS di kawasan itu telah menipis secara signifikan, sehingga sistem yang ada tidak mampu mencegat serangan rudal dan drone balasan yang terus berlanjut dari Iran dan anggota poros perlawanan regional.

Menanggapi krisis yang semakin memburuk, Trump melancarkan kampanye tekanan diplomatik intensif, melakukan panggilan telepon kepada para pemimpin beberapa negara Eropa dan Asia Tenggara. Selama percakapan ini, presiden AS yang marah tersebut mengungkapkan kekecewaan mendalam atas keengganan mereka untuk bergabung dalam upaya perang.

Ia menuntut agar sekutu mengirimkan kapal perang mereka dan mengerahkan sistem radar buatan AS untuk membantu mencegat rudal Iran dan Poros Perlawanan.

‘Namun, respons dari ibu kota negara-negara sekutu sebagian besar bersifat negatif,” ungkap sumber itu.

Menurut sumber militer, hanya satu pemimpin, yang menghadapi tekanan domestik yang kuat dari penduduk dan partai politiknya, yang setuju untuk mempertimbangkan permintaan tersebut.

“Tiga negara lainnya menolak mentah-mentah permohonan Trump,” tambahnya.

Penolakan diplomatik tersebut menunjukkan keengganan internasional yang semakin besar untuk terlibat dalam perang yang semakin meluas, yang diberlakukan terhadap Iran pada 28 Februari setelah pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei dan beberapa komandan militer senior.

Para analis militer berpendapat bahwa penolakan tersebut mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas di antara sekutu AS tentang kemungkinan terseret ke dalam perang berkepanjangan dengan konsekuensi yang tidak dapat diprediksi terhadap pasokan energi global dan stabilitas regional.

Tekanan logistik pada pasukan Amerika terus meningkat karena perang tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan intensitas. Angkatan bersenjata Iran sejauh ini telah melancarkan 37 gelombang serangan rudal dan pesawat tak berawak terhadap rezim Israel dan pangkalan AS di wilayah tersebut.[]

Direkomendasikan untuk anda baca ini juga 👇

ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *