BANDA ACEH –Penanews.co.id – Bulan Februari Tahun 2026 ini telah genap 1 tahun masa kepemimpinan Illiza-Afdhal dalam memimpin Kota Banda Aceh.
pada tahun 2025 lalu pemerintah kota Banda Aceh melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh melaunching Program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) jenjang SD dan SMP yang dilaksanakan di SMP Negeri 19 Percontohan Kota Banda Aceh.
Melalui kegiatan tersebut, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengingatkan agar program GSMS bisa menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan kreativitas dan kemampuan inovatif siswa dalam seni dan budaya.
Hal ini juga mendapat sorotan dari direktur LSM Pendidikan dan Analisis (PenA), Fakhruddin SHI. Menurutnya, program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh itu merupakan program unggulan pasangan illiza-afdhal waktu perumusan visi dan misi pasangan calon walikota banda Aceh 2024 lalu. Dan untuk mengintegrasikan seni budaya ke sekolah guna menumbuhkan kreativitas siswa.
Bahkan, ia menjelaskan bahwa Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) adalah program yang dijalankan Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dalam bentuk program seniman memberikan pembelajaran kesenian pada kegiatan ekstrakurikuler di Sekolah.
“Tujuannya adalah untuk membangun karakter siswa yang berbudaya dan memiliki identitas bangsa, sehingga siap menjadi generasi muda hebat menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Fakhruddin, Senin (2/2/2026).
Mantan aktivis ini juga menuturkan bahwa Kemenbud selama ini terus berupaya membangun karakter anak bangsa berbudaya, yang salah satunya terus didorong di lingkungan sekolah melalui berbagai kegiatan belajar mengajar.
“GSMS menjadi solusi dalam pemenuhan pendidikan seni yang lebih aplikatif dan berdampak pada pembentukan karakter peserta didik, sehingga harus fokus dan serius menjalankan program baik ini,” terangnya.
Bahkan, kata Fakhruddin, pihaknya menilai bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh terkesan tidak serius menjalankan program ini.
Menurutnya, Pemerintah Kota Banda Aceh telah menggelontorkan dana untuk program tersebut. Namun sejauh ini, sejak diluncurkan program itu baru berjalan sekitar 35 persen.
“Ini sangat lamban untuk membentuk karakter siswa melalui program tersebut,” tegasnya.
ia juga mendesak agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh harus lebih serius dalam membantu kerja Pemerintah Kota dibawah kepemimpinan Illiza Sa’aduddin Djamal.
“Kami meminta Pemko Banda Aceh agar mengevaluasi setiap instansi yang tidak serius dan setengah hati dalam menjalankan program Pemerintah Kota demi keberlanjutan dan pembangunan dari berbagai sisi,” tutupnya. []





