Bantah Terima Rp809 Miliar dari Korupsi Chromebook, Nadiem: Kekeliruan Investigasi, Mudah Diluruskan

by
Nadiem Makarim Tersenyum Saat Digiring ke Ruang Sidang Dakwaan Kasus Chromebook | Foto detikNews

JAKARTA – Penanews.co.id – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menerima aliran dana maupun memperoleh keuntungan hingga Rp809 miliar terkait proyek pengadaan Chromebook.

Ia menyatakan, isu tersebut sebenarnya dapat diluruskan apabila Kejaksaan Agung meminta dan menelusuri dokumen yang dimiliki PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB).

Nadiem juga menekankan bahwa laporan harta kekayaan, data dari PPATK, serta catatan transaksi koorporasi telah membuktikan tidak adanya keuntungan pribadi yang ia terima dari proyek tersebut, bahkan tidak satu rupiah pun.

“Tuduhan penerimaan Rp809 miliar adalah kekeliruan investigasi yang dengan mudah bisa diluruskan dengan hanya meminta dokumentasi dari PT AKAB (GoTo),” kata Nadiem, Senin (5/1/2026).

Ia menjelaskan transaksi Rp809 miliar tersebut merupakan transaksi internal antara dua perusahaan Gojek pada 2021. Menurutnya, transaksi itu tidak ada hubungannya dengan Google maupun proyek pengadaan Chromebook.

“Transaksi tersebut adalah transaksi internal antara dua perusahaan Gojek sebesar Rp809 miliar pada 2021 yang tidak ada hubungannya dengan Google maupun Chromebook,” tegas Nadiem.

Nadiem menyebut transaksi tersebut juga terdokumentasi lengkap tanpa melibatkan dirinya sebagai pemegang saham. Ia juga menegaskan tidak menerima aliran dana sepeser pun sebagaimana yang dituduhkan Kejaksaan.

“Transaksi tersebut terdokumentasi lengkap dan tidak melibatkan saya. Tidak sepeser pun uang itu diterima saya, bahkan uang itu kembali seutuhnya ke rekening PT AKAB,” ungkapnya.[]

Sumber Okezone

ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *