BANDA ACEH – Penanews.co.id – Aktivitas pengambilan foto dan video selama beribadah di Masjidil Haram semakin sering dijumpai seiring membludaknya jemaah umrah pada musim dingin. Perangkat ponsel hingga kamera tampak digunakan di berbagai area, termasuk thawaf dan sa’i.
Namun, di tengah tren berbagi momen ibadah, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengingatkan jemaah agar tetap menjaga wrika dan aturan saat mendokumentasikan momen ibadah di kawasan suci.
Imbauan ini bertujuan untuk menjaga keteraturan pelaksanaan ibadah, mempertahankan kekhusyukan jemaah, serta menghormati kesakralan Masjidil Haram sebagai pusat ibadah umat Islam dari berbagai penjuru dunia.
Mengutip Himpuhnews, Kementerian Haji dan Umrah melalui unggahan resminya di platform X dengan akun @MoHU_En, menyampaikan tiga aturan utama yang harus diperhatikan oleh jemaah ketika mengambil foto maupun merekam video di Masjidil Haram.
Pertama, jemaah dilarang berhenti atau menghalangi arus pergerakan. Area thawaf dan jalur menuju sa’i memiliki alur pergerakan yang padat, sehingga berhenti demi mengambil gambar berpotensi menimbulkan kemacetan dan membahayakan jemaah lain.
Kedua, jemaah tidak diperkenankan memotret orang lain tanpa izin. Privasi dan kenyamanan sesama jemaah harus tetap dijaga, terlebih di tempat ibadah.
Ketiga, jemaah diminta tidak terlalu sibuk mengambil gambar hingga melalaikan ibadah. Dokumentasi boleh dilakukan, namun tidak boleh menggeser tujuan utama datang ke Masjidil Haram, yakni beribadah.
Selain soal pengambilan foto, Kementerian Haji dan Umrah juga mengingatkan jemaah agar lebih cermat memantau tingkat kepadatan di area thawaf dan sa’i. Informasi ini bisa diakses melalui layar digital yang tersedia di pelataran Masjidil Haram maupun layanan informasi kepadatan resmi.
Dengan memerhatikan waktu dan kondisi yang lebih lengang, jemaah diharapkan dapat beribadah dengan lebih aman, tertib, dan khusyuk, tanpa mengganggu kenyamanan orang lain.[]




