BNPB Bangun 711 unit Huntara di Aceh Utara, Lokasi di 5 Kecamatan ini

by

JAKARTA – Penanews.co.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bangun 711 unit hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara untuk

Pada tahap pertama Huntara dibangun pada lima kecamatan berpedoman hasil validasi data yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Aceh Utara. Pembangunan terus dipacu yang peruntukannya untuk warga kategori rumah rusak berat.

Plt Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB Kol. Inf. Hery Setiono menjelaskan bahwa pembangunan huntara tahap pertama dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak dengan kategori rumah rusak berat, hilang, dan hanyut akibat bencana. 

“Adapun rincian pembangunan 711 unit huntara tersebar di beberapa kecamatan, yakni Kecamatan Baktiya 215 unit, Baktiya Barat 5 unit, Dewantara 115 unit, Sawang 241 unit, dan Seunuddon 135 unit” kata Hery, dikutip dari BNPB.go.id, Sabtu (17/01/2026) .

Di Kecamatan Seunuddon sendiri, saat ini tengah dibangun 84 unit tahap pertama di Desa Ulee Rubek Timur, yang sebelumnya merupakan lapangan sepak bola desa. Lahan yang dimanfaatkan memiliki luas sekitar 14.000 meter persegi, dengan pembangunan 16 kopel yang terdiri dari masing-masing 5 unit dan 1 kopel dengan 4 unit. 

Hey menuturkan, setiap unit huntara dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga terdampak dengan spesifikasi teras keluarga berukuran 4,8 m x 3,6 m, serta kamar mandi berukuran 1,2 m x 1,2 m di setiap unit. Selain itu, hunian dilengkapi fasilitas sanitasi memadai, sumur bor untuk ketersediaan air bersih serta sistem pembuangan limbah sederhana guna menunjang kesehatan lingkungan.

Setelah tahap pertama rampung, BNPB akan kembali melakukan pembaruan validasi data. Apabila masih terdapat kebutuhan tambahan, pembangunan huntara dapat ditambahkan sesuai hasil pendataan lanjutan,” tambah Hery.

Sebagai bentuk keleluasaan bagi warga terdampak selama masa transisi menuju hunian tetap, BNPB memberikan pilihan untuk menempati huntara atau tinggal sementara bersama keluarga di rumah kerabat dengan menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar 600 ribu rupiah per bulan.

“BNPB menargetkan pembangunan huntara tahap pertama dapat selesai dan mulai ditempati pada akhir Januari, sehingga masyarakat terdampak dapat menempati hunian yang lebih layak menjelang bulan suci Ramadan,’ ungkanya.

Menurut dia Pembangunan huntara ini dilaksanakan melalui kolaborasi lintas pihak bersama pemerintah daerah, dunia usaha dan komponen masyarakat di Kecamatan Seunuddon. Keterlibatan ini diharapkan tidak hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga dapat mendukung perekonomian masyarakat terdampak bencana.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh BNPB per 15 Januari 2026, dari 27 kecamatan terdampak di Kabupaten Aceh Utara, telah diproses pembangunan huntara sebanyak 4.404 unit, penyaluran DTH kepada 4.840 Kepala Keluarga (KK), rencana pembangunan hunian tetap (huntap) insitu sebanyak 4.569 unit dan huntap relokasi 635 unit.

Pemutakhiran data lanjutan terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan masyarakat setempat guna memastikan seluruh program pemulihan berjalan tepat sasaran, berkelanjutan, dan selaras dengan kebutuhan warga terdampak. 

ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *