Buffett Ingatkan Bahaya AI Lebih dari Nuklir; Jin Sudah Keluar dari Botolnya

by
Warren Buffett

JAKARTA – Penanews.co.id – Investor legendaris asal Amerika Serikat, Warren Buffett, menyoroti potensi bahaya dari perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Ia menilai, laju inovasi AI saat ini mengingatkannya pada ketegangan geopolitik saat perlombaan pengembangan senjata nuklir di masa lalu.

Mantan pimpinan Berkshire Hathaway tersebut mengungkapkan kekhawatirannya terhadap minimnya pemahaman para pemimpin AI tentang arah teknologi ini menjadikannya sangat berbahaya.

“Bahkan orang-orang yang paling pintar tentang hal ini (AI) mengatakan, bahwa mereka tidak tahu ke mana arahnya,” kata Buffett dalam program spesial berdurasi dua jam yang ditayangkan di CNBC dikutip dari Sindonews.com.

“Satu hal untuk mengatakan kamu tidak tahu ke mana kamu pergi, adalah jika kamu Columbus dan selalu bisa berbalik dan kembali. Tapi jin sudah keluar dari botolnya,” ungkapnya.

Investor terkenal itu membandingkan kebutaan para pemimpin AI terkait kemana teknologi ini akan bergerak dengan komentar Albert Einstein selama Perang Dunia Kedua tentang pengembangan bom atom: “Ini mengubah segalanya di dunia kecuali cara orang berpikir.”

“Orang-orang telah memikirkan hal ini sejak saat itu, dan pada akhirnya satu-satunya kemajuan yang mereka buat adalah mereka awalnya mengira hanya satu negara yang memilikinya, dan… sekarang kita punya delapan, hampir sembilan,” kata Buffett.

“Sekarang kita punya beberapa orang yang sangat menakutkan jika mereka hanya memiliki pistol mainan, apalagi senjata nuklir,” bebernya.

Buffett juga mengatakan, bahwa meskipun dia tidak percaya ancaman senjata nuklir dapat diselesaikan dengan uang, Ia tidak akan ragu untuk mengeluarkan kekayaan untuk melakukannya, bahkan jika pengembangannya “sangat diperlukan” bagi AS selama Perang Dunia Kedua.

Topik itulah yang pertama kali terlintas di benak Buffett ketika dia mulai memikirkan apa yang Dia keluarkan sebagai filantropi. “Jika saya bisa melihat keluar dengan apa pun yang saya miliki dan saya bisa memilih tiga negara yang akan sepenuhnya keluar dari permainan nuklir, saya akan melakukannya dalam 5 detik,” kata Buffett.

“Saya tidak akan menunggu atau menunda atau melakukan hal lain. Saya akan langsung melakukannya,” bebernya.

Diketahui beberapa kali, Buffett telah menyatakan soal kekhawatirannya tentang senjata nuklir.

“Namun, ada satu bahaya yang jelas, nyata, dan bertahan lama bagi Berkshire yang tak dapat Charlie dan saya kendalikan. Ancaman terhadap Berkshire itu juga merupakan ancaman utama yang dihadapi warga negara kita: serangan siber, biologis, nuklir, atau kimia yang ‘berhasil’ (sebagaimana didefinisikan oleh pihak agresor) terhadap Amerika Serikat,” tulis Buffett dalam laporan tahunan Berkshire Hathaway 2015.

Komentar Buffett mencerminkan pernyataan publik sebelumnya yang pernah ia buat ketika revolusi AI mendominasi pasar keuangan selama beberapa tahun terakhir. Misalnya, pada rapat tahunan pemegang saham Berkshire Hathaway pada Mei 2024, Buffett mengatakan bahwa AI memiliki “potensi besar untuk kebaikan dan potensi besar untuk kerugian.”

Buffett mengumumkan dalam surat kepada pemegang saham pada November 2025, bahwa ia tidak akan lagi berbicara di pertemuan tahunan Berkshire Hathaway. CEO-nya, Greg Abel yang mengambil alih pada 1 Januari, diperkirakan akan menulis surat tahunan perusahaan kepada pemegang saham dan menjawab pertanyaan dari pemegang saham pada musim semi.[]

ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *