Bupati Aceh Tengah Tinjau Contoh Huntara Mandiri di Kampung Reje Payung, Akses Lokasi Masih Gunakan Jembatan Tali

by

TAKENGON – Penanews.co.id – Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, meninjau langsung contoh hunian sementara (huntara) mandiri yang dibangun oleh masyarakat di Kampung Reje Payung, Kemukiman Wih Dusun Jamat, Kecamatan Linge, Kamis (08/01/2026). 

Untuk mencapai lokasi, Bupati bersama rombongan harus melintasi jembatan tali sling (lumpe) yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat setempat.

Sebanyak 529 huntara dari enam kampung di Kecamatan Linge yang akan di bangun Huntara tahap pertama yakni Kampung Kute Reje, Delung Sikinel, Jamat, Reje Payung, Penarun dan Umang.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Brigjen Ismet selaku perwakilan BNPB, guna memastikan kelayakan hunian sementara yang dibangun mandiri oleh masyarakat pascabencana banjir dan longsor.

“Hari ini kami bersama Pak Ismet dari BNPB melihat langsung hunian sementara di Kampung Reje Payung. Rumah ini sudah layak dan bagus, dibangun secara mandiri oleh masyarakat, dan nanti biayanya akan diganti oleh pemerintah”, ujar Bupati.

Bupati menyampaikan bahwa hunian sementara yang dibangun masyarakat secara mandiri ini akan menjadi role model bagi pembangunan huntara lainnya. Pemerintah memastikan seluruh masyarakat terdampak akan mendapatkan hunian sementara, dengan skema yang lebih manusiawi dan tidak berbentuk blok atau rumah berderet.

“Hunian sementara di sini bukan model blok atau satu rumah lima pintu, tapi masing-masing mandiri. Ini sudah bagus dan layak. Nantinya akan kita ganti biaya per unitnya, sesuai ketentuan, dan ini juga akan menjadi dasar menuju hunian tetap”, jelasnya.

Bupati menegaskan bahwa seluruh proses penanganan dilakukan dengan prinsip musyawarah dan kemudahan, mengingat kondisi yang dihadapi merupakan musibah. Pemerintah juga memastikan bahwa warga yang berada di radius 50 meter dari bantaran sungai tidak lagi diperbolehkan tinggal di lokasi tersebut dan akan direlokasi demi keselamatan.

“Relokasi ini bukan soal mau atau tidak mau, tapi karena keselamatan. Domisili boleh tetap di sini atau pindah ke tempat lain, semua akan kita fasilitasi”, tegas Bupati.

Selain hunian sementara, Bupati juga memastikan pemulihan sektor pertanian, termasuk rencana normalisasi sungai dan pengaturan ulang lahan persawahan yang terdampak. Pembagian lahan nantinya akan dilakukan secara adil dan disepakati bersama, tidak lagi berdasarkan kepemilikan awal sebelum bencana.

ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *