Bupati Aceh Utara; Bendungan Krueng Pase akan Diuji Coba 2 Pekan Lagi, Airi 8.922 hektar Lahan

by
by

LHOKSUKON – Penanews.co.id – Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, SE., MM, Jum’at 13/02 kembali meninjau progres rehabilitasi Bendung Krueng Pase di Gampong Leubok Tuwe, Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara, pascabanjir hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan percepatan perbaikan bendung yang memiliki peran vital bagi sektor pertanian di wilayah setempat. Dalam peninjauan itu, Ismail A. Jalil yang akrab disapa Ayahwa didampingi Camat Meurah Mulia Abdul Rahman serta unsur muspika.

Bendung tersebut sebelumnya jebol pada 2020 dan kembali terdampak banjir bandang pada November 2025. Saat ini, proses rehabilitasi dilakukan secara intensif dengan target penyelesaian akhir Desember 2025.

Bendung DI Krung Pasee ini mengaliri  sekitar 8.922 hektar lahan persawahan yang tersebar di sembilan kecamatan di Kabupaten Aceh Utara Kota Lhokseumawe diantaranya,  Samudera, Matangkuli, Tanah Luas, Nibong, Meurah Mulia, Syamtalira Aron, Samudera, Syamtalira Bayu, dan Tanah Pasir serta satu kecamatan di Kota Lhokseumawe, Blang Mangat. Keberadaannya menjadi tumpuan ribuan petani yang menggantungkan pasokan air dari aliran Krueng Pase.

Akibat kerusakan bendung, ribuan hektar sawah tidak lagi mendapatkan suplai air  saat ini ribuan Petani mengandalkan air hujan.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada penundaan musim tanam serta potensi menurunnya  angka produksi gabah bahkan Gagal Panen hingga mengancam Tawan Pangan.

Dalam kesempatan itu, Ayahwa menyampaikan bahwa uji coba pengaliran air ditargetkan berlangsung dalam dua pekan ke depan. Ia juga meminta pihak kontraktor mempercepat penyelesaian pekerjaan agar bendung dapat segera difungsikan kembali.

“Kita targetkan uji coba dalam dua minggu. Saya minta kontraktor merampungkan seluruh pekerjaan setelah Lebaran agar bendung ini segera kembali beroperasi,” ujarnya.

Jebolnya bendung tersebut menimbulkan dampak luas, terutama bagi sektor pertanian dan perekonomian masyarakat. Selain mengganggu suplai air irigasi bagi 8.922 hektar sawah, kondisi ini juga menekan pendapatan petani dan melemahkan aktivitas ekonomi di tingkat gampong, termasuk usaha penggilingan padi dan distribusi hasil panen.

Tanpa distribusi air yang memadai, risiko kekeringan meningkat, terutama saat curah hujan rendah. Karena itu, rehabilitasi Bendung Krueng Pase dinilai krusial untuk memulihkan sistem irigasi serta menjamin keberlanjutan produksi pertanian di Kabupaten Aceh Utara dan sekitarnya.[]

ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *