Curhat Ayahwa, Warga Korban Banjir di Aceh Utara Minta Prabowo Datang Menjenguk Mereka

by
by

LHOKSUKON – Penanews.co.id – Suara haru dan keprihatinan terdengar kuat dari Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, SE, MM (Ayahwa) saat berdiri di hadapan puing-puing rumah warga yang hancur diterjang banjir di Kecamatan Lapang. Bagi Ayahwa, bencana yang melanda akhir November 2025 itu bukan sekadar data dan angka, melainkan luka mendalam ribuan keluarga yang kehilangan tempat berlindung.

“Banyak rumah hanyut, terbelah oleh muara baru. Warga kami tidak punya apa-apa lagi. Jangan biarkan mereka menyambut Ramadhan tanpa rumah,” ujar Ayahwa dengan suara bergetar saat mendampingi kunjungan Menko Polkam di Gampong Kuala Cangkoy, Rabu (7/1/2026).

Ayahwa menuturkan, banjir besar telah mengubah wajah Kecamatan Lapang. Aliran air membentuk puluhan muara baru yang memotong permukiman, merobohkan rumah, dan memaksa warga mengungsi berbulan-bulan. Tiga gampong, Kuala Cangkoy, Kuala Keureutoe Timu, dan Matang Baroh menjadi saksi betapa dahsyatnya amukan air bah.

Di hadapan jajaran Menko Polkam Djamari Chaniago, Ayahwa memaparkan kondisi warganya dengan mata berkaca-kaca. Ratusan nyawa melayang, ribuan luka-luka, dan ratusan ribu jiwa terdampak. Anak-anak kehilangan sekolah, orang tua kehilangan ladang dan tambak, sementara para lansia bertahan di pengungsian dengan keterbatasan.

“Yang mereka butuhkan hari ini bukan hanya bantuan, tetapi kepastian hidup. Rumah untuk berteduh, tempat shalat, tempat anak-anak tidur dengan tenang,” kata Ayahwa.

Karena itu, dimulainya pembangunan 104 unit rumah hunian tetap di Gampong Kuala Cangkoy menjadi harapan baru. Ayahwa memastikan seluruh dukungan pemerintah daerah telah disiapkan, mulai dari lahan bersertifikat hingga kesiapan aparatur untuk mengawal pembangunan.

“Kami tidak ingin warga menunggu terlalu lama. Tanah sudah kami siapkan, semua perangkat daerah siap bekerja. Ini ikhtiar kami agar rakyat bangkit kembali,” Tegas Ayahwa

Dalam suasana penuh empati itu, Ayahwa juga menyampaikan harapan besar masyarakat Aceh Utara agar Presiden RI Prabowo Subianto berkenan datang langsung menjenguk korban banjir. Menurutnya, kehadiran Presiden akan menjadi penguat moril bagi masyarakat yang tengah berjuang memulai hidup dari nol.

“Ini bukan soal seremonial. Ini tentang rakyat yang ingin didengar dan dikuatkan langsung oleh pemimpinnya,” kata Ayahwa.

Bagi Ayahwa, bencana ini adalah ujian kemanusiaan. Ia mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Utara akan terus berdiri di sisi rakyat, memastikan tidak ada warga yang ditinggalkan dalam proses pemulihan.

“Kami akan bertahan bersama rakyat. Selama masih ada warga yang belum punya rumah, perjuangan kami belum selesai,” tutup Ayahwa.

ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *