JAKARTA — Penanews.co.id – Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) menggelar kegiatan Dies Natalis ke-44 yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama keluarga besar organisasi, Kamis (12/3/2026), di Kantor Badan Penghubung Provinsi Jambi.
Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi atas perjalanan organisasi yang berdiri sejak 5 Maret 1982, sekaligus ruang konsolidasi gagasan bagi kader dan alumni PERMAHI dalam memperkuat peran mahasiswa hukum sebagai elemen intelektual yang berkontribusi terhadap pembangunan hukum nasional.
Peringatan ini mengusung tema “44 Tahun PERMAHI: Konsisten Mengawal Konstitusi, Adaptif Menjawab Tantangan Zaman.”
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional PERMAHI, Azhar Sidiq, dalam sambutannya menegaskan bahwa PERMAHI harus mampu menjalankan fungsi strategis sebagai lokomotif gerakan intelektual mahasiswa hukum dalam mengawal konstitusi dan menjaga arah pembangunan hukum di Indonesia.
Ia menekankan bahwa dinamika sosial, politik, dan teknologi menuntut mahasiswa hukum untuk bersikap adaptif tanpa meninggalkan prinsip dasar hukum yang menjunjung tinggi asas kemanfaatan, asas keadilan, dan asas kepastian hukum.
“PERMAHI harus menjadi lokomotif bagi mahasiswa hukum dalam mengawal konstitusi secara adaptif terhadap perkembangan zaman, sehingga hukum yang dibangun tetap berlandaskan pada asas kemanfaatan, keadilan, dan kepastian hukum demi terwujudnya sistem hukum yang inklusif,” ujar Azhar.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPN PERMAHI, Afghan Ababil, menyampaikan bahwa Dies Natalis ke-44 ini diharapkan menjadi momentum reflektif bagi kader PERMAHI untuk terus mengaktualisasikan diri di tengah transformasi zaman yang berlangsung sangat cepat.
Menurutnya, mahasiswa hukum memiliki tanggung jawab akademik dan sosial untuk terus menghadirkan gagasan, kajian, serta kontribusi pemikiran yang mampu menjawab berbagai persoalan hukum yang berkembang di masyarakat.
“Momentum Dies Natalis ini diharapkan dapat memperkuat semangat kader PERMAHI untuk terus beradaptasi dan berkontribusi melalui pemikiran, kajian ilmiah, serta gerakan intelektual yang konstruktif dalam menjawab tantangan zaman,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Senior PERMAHI yang juga praktisi dan akademisi hukum, Tessa Elya Andriana Wahyudi, menekankan pentingnya pendekatan intelektual dalam gerakan mahasiswa hukum. Ia menilai bahwa kontribusi mahasiswa hukum tidak hanya diwujudkan melalui aksi demonstrasi, tetapi juga melalui produksi pengetahuan, riset, serta edukasi hukum kepada masyarakat.
Menurutnya, dalam perspektif hukum, demonstrasi dapat dipahami sebagai ultimum remedium, yakni langkah terakhir setelah upaya-upaya intelektual seperti kajian ilmiah, penulisan, dan advokasi gagasan dilakukan secara maksimal.
“Perjuangan mahasiswa hukum harus dimulai dari perang gagasan, riset, tulisan, serta produksi konten edukasi hukum yang dapat meningkatkan literasi hukum masyarakat,” jelasnya.
Ia juga mendorong kader PERMAHI untuk aktif menghadirkan edukasi hukum yang praktis dan mudah dipahami masyarakat, seperti penjelasan mengenai prosedur pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM), tata cara pengurusan sertifikat tanah, serta berbagai aspek hukum yang berkaitan langsung dengan kebutuhan publik.
Selain itu, Tessa turut menyoroti pentingnya kaderisasi perempuan dalam organisasi mahasiswa hukum. Ia menilai bahwa ruang kepemimpinan harus dibuka secara luas agar kader perempuan dapat berkembang dan berkontribusi secara optimal dalam gerakan intelektual hukum.
“Pemimpin tidak lahir secara instan, tetapi dibentuk melalui proses kaderisasi. Karena itu, penting bagi organisasi untuk memberikan ruang yang memadai bagi kader perempuan agar potensinya berkembang dan mampu menjadi bagian dari kepemimpinan masa depan,” ujarnya.
Melalui peringatan Dies Natalis ke-44 ini, PERMAHI diharapkan terus memperkuat posisinya sebagai wadah intelektual mahasiswa hukum yang konsisten mengawal konstitusi, sekaligus adaptif dalam merespons dinamika perkembangan zaman melalui gagasan, riset, dan kontribusi nyata bagi masyarakat serta pembangunan hukum nasional.[Rifky]
Direkomendasikan untuk anda baca ini juga 👇
Skip to content





