Dua Perusahaan asal Jepang Minati Blok Migas di Aceh

by
Proses eksplorasi migas untuk mencari sumber daya energi yang potensial demi menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional | Foto dok Pertamina

BANDA ACEH – Penanews.co.id – Dua perusahaan energi dari Jepang dilaporkan tertarik untuk mengelola blok minyak dan gas (migas) baru yang berada di wilayah bekas area kerja Repsol di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Saat ini rencana pengembangan blok tersebut masih dalam tahap pembahasan di tingkat kementerian terkait.

Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Nasri Djalal, menyebutkan bahwa dua blok baru yang berada di kawasan PDP Jaya tersebut telah menarik perhatian investor Jepang, yaitu JAPEX (JPEG) dan JOGMEC (JPMG), yang menunjukkan minat untuk terlibat dalam pengelolaannya.

“Kabar gembira, dua blok baru di atas wilayah PDP Jaya yang sebelumnya merupakan bekas wilayah kerja Repsol telah diminati oleh dua perusahaan Jepang, yaitu JPEG dan JPMG. Saat ini prosesnya sedang berjalan di kementerian,” kata Nasri dalam kegiatan Ramadhan Energy Meeting and Gathering bertajuk “Soliditas Stakeholder untuk Ketahanan Operasi Migas WK Aceh” di kompleks kantor BPMA, Banda Aceh, dikutip dari ruangenergi.com, Senin (9/3/2026).

Menurut Nasri, apabila proses pengembangan blok tersebut berjalan lancar, investasi yang masuk berpotensi memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh.

Ia menegaskan bahwa potensi migas Aceh masih sangat besar dan tersebar di berbagai wilayah, mulai dari kawasan utara, timur hingga wilayah barat selatan.

“Alhamdulillah, Aceh dianugerahi potensi minyak dan gas yang luar biasa. Ini merupakan peluang besar bagi kita untuk mengembalikan kejayaan migas Aceh seperti pada era 90-an,” ujarnya.

Saat ini, kata Nasri, BPMA mengelola enam kontraktor migas yang beroperasi di wilayah kerja Aceh. Ia menekankan bahwa pengelolaan sektor hulu migas membutuhkan dukungan kuat dari seluruh pemangku kepentingan.

“BPMA dalam menjalankan kegiatan tentu tidak dapat berjalan sendiri. Kami membutuhkan dukungan seluruh stakeholder untuk bersama-sama meningkatkan ketahanan energi sesuai dengan cita-cita Pemerintah Aceh,” katanya.

Karena itu, kegiatan Ramadhan Energy Meeting digelar sebagai wadah memperkuat komunikasi dan sinergi antara pemerintah daerah, BPMA, serta pelaku industri migas yang beroperasi di Aceh.

Acara tersebut dihadiri perwakilan pemerintah daerah, kontraktor kontrak kerja sama (K3S), serta sejumlah pemangku kepentingan sektor energi.

Perwakilan K3S dari Conrad Asia Energy dan Radian menilai momentum seperti ini penting untuk memperkuat kerja sama seluruh pihak dalam pengelolaan sektor energi di Aceh.

“K3S yang beroperasi di Aceh berkomitmen meningkatkan kinerja operasi, memperkuat eksplorasi dan pengembangan lapangan, serta mengelola investasi berkelanjutan di sektor hulu migas Aceh,” ujar perwakilan perusahaan tersebut.

Sementara itu, Pemerintah Aceh yang diwakili Kepala Dinas Pertanahan Aceh T. Aznal Zahri menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam mendukung kelancaran investasi dan kegiatan industri migas.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam memastikan berbagai aspek pendukung, termasuk tata kelola lahan dan regulasi daerah, dapat berjalan selaras dengan kebutuhan pengembangan sektor energi.

Di sela kegiatan, acara juga diisi dengan tausiah Ramadhan, penyerahan santunan kepada anak yatim, serta buka puasa bersama.[]

Direkomendasikan untuk anda baca ini juga 👇

ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *