Dua Proyek Bendungan Multifungsi Senilai Rp 4,4 Triliun di Aceh akan Diresmikan Presiden Prabowo

by
by
Dua Proyek Bendungan Multifungsi Senilai Rp 4,4 Triliun di Aceh akan Diresmikan Presiden Prabowo | Foto Dok Kementerian PU

BANDA ACEH – Pemerintah bersiap meresmikan dua bendungan baru di Aceh yang merupakan bendungan multifungsi, yaitu Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie dan Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara.

Kedua bendungan ini dibangun dengan total anggaran mencapai Rp 4,4 triliun dari APBN dan diproyeksikan mendukung swasembada air, pangan, serta energi di wilayah Aceh.

Bendungan Rukoh, yang menelan biaya Rp 1,7 triliun, memiliki kapasitas tampung sebesar 128 juta meter kubik (m³) dan mampu menyediakan air baku berkapasitas 900 liter per detik. Bendungan ini juga akan mengairi areal irigasi seluas 12.194 hektar (Ha) di daerah DI Baro Raya, meningkatkan Indeks Pertanaman dari 191% menjadi 300%.

Selain itu, Bendungan Rukoh berpotensi mengurangi banjir seluas 51 Ha dan menghasilkan listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 137 MW serta Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 1,22 MW.

Sementara itu, Bendungan Keureuto, yang dibangun dengan anggaran Rp 2,73 triliun, memiliki kapasitas tampung lebih besar, yakni 215 juta m³ dengan luas genangan mencapai 896 Ha.

Bendungan ini mampu mengairi 9.455 Ha lahan irigasi, menyuplai air baku 0,5 m³ per detik, serta mereduksi banjir hingga 30%.

Waduk Keureuto juga berpotensi menghasilkan listrik sebesar 6,34 MW dan menyediakan air baku berkapasitas 650 liter per detik bagi lima kecamatan di Aceh Utara, yaitu Paya Bakong, Tanah Luas, Pirak Timu, Matang Kuli, dan Lhoksukon.

Bendungan Waduk Keureuto Aceh Utara

Kedua bendungan ini telah memasuki tahap impounding (pengisian air) dan menjadi bagian dari enam bendungan nasional yang akan diresmikan pada tahun 2025 oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Keberadaan Bendungan Rukoh dan Keureuto dinantikan masyarakat Aceh untuk meningkatkan ketahanan pangan, pasokan air baku, serta pengendalian banjir di wilayah tersebut.

Bendungan Rukoh diharapkan dapat mengairi lahan seluas 11.950 Ha, mengurangi debit banjir sebesar 390 m³/detik, menyediakan pasokan air baku 0,85 m³/detik, dan menghasilkan listrik sebesar 2 MW.

Baca Juga:  Akan Menggemparkan, PDIP: Hasto Siapkan Puluhan Video Dugaan Korupsi Petinggi Negara

Sementara Bendungan Keureuto akan melayani irigasi seluas 9.081 Ha, dengan peningkatan Indeks Pertanaman dari 200% menjadi 300%.

Dengan kapasitas dan manfaat yang besar, kedua bendungan ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi kebutuhan air, pangan, dan energi di Provinsi Aceh.

Sebelumnya diberitakan media ini Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyatakan bahwa bendungan memiliki peran krusial dalam mewujudkan visi Presiden Prabowo Subianto terkait swasembada pangan.

Dody menjelaskan bahwa infrastruktur sumber daya air, mulai dari bendungan hingga irigasi primer, sekunder, dan tersier, sangat penting dalam mendukung produksi pangan, terutama untuk sektor pertanian.

“Kita sepakat bahwa infrastruktur sumber daya air sangat penting untuk mendukung sasaran swasembada pangan, dan oleh karena itu terus kita lanjutkan,” ungkap Dody dalam keterangan tertulis yang dilansir detikFinance, Kamis (9/1/2025).

Adapun enam bendungan yang siap diresmikan di awal 2025 ini meliputi Bendungan Rukoh dan Keureuto di Aceh. Lalu, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, Bendungan Sidan di Bali, Bendungan Marangkayu di Kalimantan Timur, dan Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Berikut daftar 6 bendungan yang siap diresmikan di awal 2025:

1. Bendungan Keureuto

Bendungan Keureuto terletak di Kabupaten Aceh Utara, memiliki kapasitas tampung 216 juta m³. Bendungan ini dirancang untuk mengairi 9.455 Ha lahan irigasi, menyuplai air baku 0,5 m³/detik untuk 5 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara, dan menghasilkan listrik 6,34 MW.


2. Bendungan Rukoh
Bendungan Rukoh terletak di Kabupaten Pidie, Aceh, memiliki kapasitas tampung 128 juta m³. Bendungan ini akan mengairi area irigasi seluas 11.950 ha dengan pola tanam padi-padi-palawija dan intensitas tanam 300%, serta mengurangi potensi banjir hingga 89,62% serta potensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 140 MW.

Baca Juga:  Capai 242 Juta Orang Pergerakan Selama Lebaran 2024 - Ungkap Menhub

Selain itu, bendungan ini juga menyediakan air baku sebesar 0,90 m³/detik. Pembangunan Bendungan Rukoh telah dilaksanakan pada 2018-2024 dengan biaya APBN Rp 1,7 triliun.

Selain itu, bendungan ini juga mampu mereduksi banjir hingga 30% di Kabupaten Aceh Utara meliputi Kecamatan Matang Kuli, Kecamatan Lhoksukon dan kecamatan Tanah Luas. Pembangunan dilaksanakan dalam kurun waktu 2016-2024 dengan biaya APBN Rp 2,73 triliun.

3. Bendungan Jlantah
Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, memiliki kapasitas tampung 10,97 juta m³. Bendungan ini memiliki manfaat untuk irigasi seluas 1.494 ha, reduksi banjir 87 ha, air baku 0,1 m³/detik dan potensi listrik 0,6 MW. Pembangunan bendungan ini dilaksanakan pada 2019-2024 dengan anggaran Rp 1,02 triliun.

4. Bendungan Sidan
Di Bali, ada Bendungan Sidan yang memiliki kapasitas tampung 5,76 Juta m³ siap diresmikan. Bendungan ini memiliki manfaat untuk air baku 1,75 m³/detik dan potensi listrik tenaga mikrohidro sebesar 0,65 MW. Bendungan ini dibangun pada 2018-2024 dengan anggaran Rp1,8 triliun.

5. Bendungan Marangkayu
Kemudian Bendungan Marangkayu di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, memiliki kapasitas tampung 12,3 juta m³. Bendungan ini memiliki manfaat untuk irigasi 1.500 ha, air baku 0,45 m³/detik dan potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) 135 kWh. Bendungan ini dibangun pada 2023-2024 dengan anggaran Rp 191,26 miliar.

6. Bendungan Meninting
Bendungan keenam yang siap diresmikan yakni Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat NTB, yang memiliki kapasitas tampung 12 juta m³. Bendungan ini memiliki manfaat irigasi 1.559 ha, air baku 0,15 m³/detik dan potensi listrik 0,8 MW. Bendungan ini dibangun pada 2019-2024 dengan anggaran Rp 1,4 triliun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *