JAKARTA – Penanews.co.id – Pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco, Nemesio ‘El Mencho’ Oseguera, tewas dibunuh tentara Meksiko. Kematian bos kartel itu berujung mencekamnya Negeri Sombrero itu.
Diberitakan detikNews seperti dilansir AFP, Senin (23/02/2026), pria berusia 59 tahun itu terluka dalam bentrokan dengan tentara di kota Tapalpa, di negara bagian Jalisco dan meninggal saat diterbangkan ke Mexico City. Imbas kejadian, para penembak yang membalas serangan tersebut memblokir lebih dari 20 jalan di negara bagian Jalisco bagian barat, termasuk Tapalpa, dengan mobil dan truk yang terbakar.
Setelah peristiwa itu, kekerasan pun menyebar ke negara bagian lain. Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mendesak warga tetap tenang dan mengatakan pemerintah pusat berkoordinasi dengan otoritas negara bagian.
Oseguera adalah salah satu gembong narkoba terbesar Meksiko yang berhasil ditangkap sejak penangkapan para pendiri kartel Sinaloa, Joaquin ‘El Chapo’ Guzman dan Ismael Zambada. Keduanya sekarang menjalani hukuman di Amerika Serikat.
Berdasarkan pernyataan otoritas setempat, selain intelijen militer Meksiko sendiri, serangan itu dilakukan dengan ‘informasi tambahan’ dari otoritas AS. Terdapat enam tersangka anggota kartel selain Oseguera yang tewas dan tiga tentara terluka.
Penerbangan Dibatalkan
Blokade jalan berdampak pada operasi penerbangan. Sejumlah penerbangan domestik dan internasional dibatalkan di Guadalajara dan Puerto Vallarta.
Beberapa maskapai penerbangan AS dan Kanada membatalkan penerbangan ke beberapa wilayah Meksiko pada Minggu menyusul kerusuhan tersebut. Di antaranya maskapai penerbangan AS United, American, Southwest, dan Alaska.
Selain itu maskapai penerbangan Kanada, Air Canada dan WestJet/Sunwing, mengumumkan pembatalan penerbangan ke Puerto Vallarta, Guadalajara, dan Manzanillo.
Dilaporkan beberapa maskapai penerbangan maupun beberapa pesawat terpaksa berbalik arah saat sudah dalam perjalanan ke Meksiko, termasuk Southwest, yang membalikkan arah empat penerbangan yang awalnya menuju Puerto Vallarta.
Southwest mengatakan akan mengirim pesawat ke Meksiko untuk memulangkan penumpang dan staf yang terlantar setelah situasi kembali normal.
Mobil-mobil DibakarKematian El Mencho itu memicu gelombang kekerasan di beberapa wilayah Meksiko, terutama di Jalisco dan area sekitarnya, dengan mobil-mobil dibakar dan pria-pria bersenjata memblokir jalan raya di sejumlah negara bagian di Meksiko.Gubernur Jalisco, Pablo Lemus Navarro, menetapkan keadaan darurat ‘kode merah’, menangguhkan transportasi umum dan menyerukan warga untuk tetap berada di dalam rumah.
Kartel CJNG yang dipimpin El Mencho merupakan organisasi kriminal internasional yang secara luas dianggap sebagai salah satu yang paling kuat di Meksiko.
El Mencho selalu berhasil menghindari penangkapan selama bertahun-tahun, meskipun ada tawaran imbalan hingga US$ 15 juta (Rp 252,4 miliar) dari AS untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya.
Laporan Reuters mengungkapkan bahwa Satuan Tugas Gabungan Antarlembaga-Penangkal Kartel, yang melibatkan beberapa lembaga pemerintah AS dan dipimpin militer AS, berperan dalam operasi militer Meksiko yang menewaskan El Mencho.
Satuan tugas yang memiliki spesialisasi dalam pengumpulan intelijen tentang kartel narkoba itu, menurut laporan Reuters, menyusun kumpulan target terperinci untuk El Mencho dan memberikannya kepada pemerintah Meksiko untuk operasinya.
AS Imbau Warganya Berlindung
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengimbau warga negaranya di Meksiko berlindung dan tidak pergi ke luar ruangan.
“Karena operasi keamanan yang sedang berlangsung dan sejumlah pemblokiran jalan, serta aktivitas kriminal terkait, warga AS di lokasi-lokasi yang disebutkan harus berlindung di tempat hingga pemberitahuan lebih lanjut,” demikian bunyi peringatan keamanan Departemen Luar Negeri AS, seperti dilansir USA Today, Senin (23/02/2026).
Lokasi-lokasi yang dicantumkan Departemen Luar Negeri AS sebagai area yang harus dihindari warga AS, meliputi negara bagian Jalisco, termasuk Puerto Wallarte, Chapala, dan Guadalajara; negara bagian Tamaulipas, termasuk Reynosa dan kota-kota lainnya; beberapa wilayah di negara bagian Michoacan, Guerrero, dan Nueva Leon.
Dalam peringatan keamanan itu, warga AS di Meksiko diimbau untuk mewaspadai lingkungan sekitar, menghindari keramaian, mencari tempat berlindung dan meminimalkan pergerakan yang tidak perlu, memantau media lokal untuk informasi terbaru, dan mematuhi arahan otoritas berwenang Meksiko.[]





