Fosmada Gelar Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H, Sorot Sinergi dan Potensi Kemajuan Darul Imarah

by
Pengurus Forum Silaturrahmi Masyarakat Darul Imarah (Fosmada) sukses menggelar acara Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H yang dipusatkan di Aula Hotel Mardinatul Zahra, Lampeneurut, Sabtu (11/04/2026). | Foto : Penanews.co.id

KOTA JANTHO – Penanews.co.id — Memanfaatkan keberkahan bulan Syawal 1447 Hijriah, Forum Silaturrahmi Masyarakat Darul Imarah (Fosmada) kembali mengukuhkan komitmen persaudaraan dan pembangunan daerah.

Organisasi paguyuban ini sukses menggelar acara Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H yang dipusatkan di Aula Hotel Mardinatul Zahra, Lampeneurut, Sabtu (11/04/2026).
Acara yang berlangsung dengan penuh kehangatan dan khidmat tersebut dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari jajaran pengurus Fosmada, tokoh adat, pemuka agama, cendekiawan, serta unsur Muspika setempat.

Agenda tahunan ini bukan sekadar menjadi ajang saling memaafkan, melainkan juga bertransformasi menjadi ruang diskusi strategis yang melahirkan berbagai gagasan segar demi masa depan Darul Imarah yang lebih gemilang.

Ketua Panitia Penyelenggara, Drs. H. Burhanuddin, M.M., dalam laporan pembukaannya menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas tingginya antusiasme para tokoh yang hadir. Ia menegaskan bahwa forum ini sengaja dirawat sebagai jembatan silaturahmi yang kokoh lintas generasi.

“Acara halal bihalal ini merupakan agenda rutin pengurus tiap usai lebaran yang diikuti oleh seluruh pengurus dan tokoh-tokoh dalam Kecamatan Darul Imarah. Kita ingin memelihara tradisi baik ini agar semangat kekeluargaan tidak pernah pudar di tengah kesibukan masing-masing. Kehadiran para tokoh lintas sektor hari ini adalah bukti nyata bahwa kecintaan terhadap tanah kelahiran masih sangat kental,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Fosmada, H.K. Muhammad Nur, dalam sambutannya menekankan pentingnya menyatukan persepsi di tengah dinamika sosial dan pembangunan yang semakin kompleks. Baginya, Fosmada bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan motor penggerak perubahan.

“Melalui forum ini kita dapat memecahkan berbagai permasalahan yang ada di Darul Imarah demi menyatukan visi dan misi pembangunan. Darul Imarah memiliki dinamika yang tinggi. Jika kita tidak duduk bersama dan menyamakan frekuensi, maka energi kita akan habis untuk berdebat. Fosmada hadir untuk merangkul semua perbedaan itu menjadi sebuah kekuatan yang solid untuk membangun daerah,” tegas Muhammad Nur.

Di sisi lain, tantangan nyata di tingkat akar rumput turut dibedah secara lugas oleh Camat Darul Imarah, Muhammad Basir, S.S.T.P., M.Si. Ia memberikan pemaparan realistis mengenai kondisi keuangan daerah dan perlunya perubahan paradigma dalam pengelolaan gampong (desa).

“Untuk memajukan Darul Imarah dibutuhkan kontribusi semua pihak, lebih-lebih terakhir ini dana desa semakin berkurang. Kita tidak bisa lagi terus-menerus bergantung penuh pada kucuran anggaran dari pusat. Untuk mengatasi hal itu, tidak ada cara lain selain meningkatkan Pendapatan Asli Gampong (PAG). Gampong-gampong di Darul Imarah harus mulai melirik potensi Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) yang kreatif, inovatif, dan menghasilkan nilai ekonomi riil,” tutur Muhammad Basir dengan penuh optimisme.

Merespons tantangan kemandirian ekonomi tersebut, Anggota DPRA dari Fraksi Gerindra yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Pemekaran Aceh Raya, Drs. H. Abdurrahman Ahmad, memberikan pandangan yang sangat visioner. Ia menilai letak geografis dan komposisi demografis Darul Imarah adalah modal kapital yang luar biasa besar.

“Darul Imarah merupakan metropolitan Aceh Besar yang mempunyai potensi relatif lengkap, baik potensi alam, SDM, maupun sosial. Wilayah ini berbatasan langsung dengan ibu kota provinsi, menjadikannya pusat pertumbuhan baru. Apabila potensi ini digali secara maksimal, dikelola dengan manajemen yang modern, dan didukung penuh oleh seluruh elemen masyarakat, sudah pasti akan menjadikan daerah ini maju pesat secara ekonomi dan infrastruktur,” ucap Abdurrahman Ahmad memotivasi.

Sebagai penyejuk rohani dan penyempurna acara, Tgk. Muhibuthibri, S.Ag. hadir memberikan tausiah singkat yang mendalam mengenai hakikat Idul Fitri dan silaturahmi dalam kacamata Islam. Ia mengingatkan para hadirin agar tidak terjebak pada euforia perayaan semata.

“Halal bihalal bukan sekadar tradisi seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk meleburkan dosa antar sesama manusia dan menyempurnakan ibadah kita yang telah kita pupuk selama bulan suci Ramadan. Hubungan dengan Allah (Hablum minallah) sudah kita maksimalkan di bulan puasa, maka kini saatnya kita menyempurnakan hubungan dengan sesama manusia (Hablum minannas) lewat pintu maaf yang tulus,” urai Tgk. Muhibuthibri menyejukkan suasana.

Acara Halal Bihalal yang penuh berkah ini kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh sang penceramah, dilanjutkan dengan sesi bersalam-salaman serta ramah tamah yang hangat di antara seluruh tokoh dan warga yang berhadir.[]

ya