JAKARTA – Penanews.co.id – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memberikan klarifikasi terkait hebohnya tudingan gratifikasi atas kehadirannya dalam peresmian Gedung Balai Sarkiah di Takalar, Sulawesi Selatan, pada Minggu (15/2), yang disebut-sebut menggunakan jet pribadi.
Ia menegaskan bahwa kehadirannya dalam acara tersebut semata-mata untuk memenuhi undangan dari pihak keluarga dan tidak berkaitan dengan bentuk gratifikasi apa pun.
“Saya enggak tahu. Saya diundang untuk meresmikan madrasahnya. Tiba-tiba, masa saya tidak datang,” kata dia di Masjid Istiqlal, Jakarta dikutip dari KumparanNews, Kamis (19/02/2026) sore.
Saat ditanya apakah fasilitas yang diterimanya dapat dikategorikan sebagai gratifikasi, ia membantah.
“Enggak tahu. Terserah. Saya diundang meresmikan masa (tidak datang), apanya gratifikasi? Dia enggak ada hubungan resmi dengan kita,” ujarnya.
Nasaruddin menjelaskan, pihak yang mengundangnya memiliki hubungan kekeluargaan dengannya.
“Istrinya itu kan keluarga. Jadi hubungan saya kekeluargaan. Jadi keluarga yang mengundang saya untuk meresmikan pondoknya, ya masa saya enggak datang,” ucap dia.
Nasaruddin menyinggung asal-usul keluarganya yang berasal dari Takalar, Sulawesi Selatan.
“Dia itu orang Takalar. Paman saya juga di sana, di Takalar itu. Jadi keluarga,” katanya.
Ketika ditanya apakah dirinya menerima anggapan publik soal gratifikasi tersebut, ia menilai hal itu tidak tepat.
“Iya kalau keluarga sih enggak ada lah,” lanjutnya.
Pernyataan Kemenag
Sebelumnya, Kementerian Agama memberi klarifikasi soal kabari Menag naik jet pribadi. Dalam keterangan resminya, kedatangan Nasaruddin Umar merupakan undangan dari Oesman Sapta Odang (OSO).
“Pak OSO secara khusus mengundang dan berharap Balai Sarkiah diresmikan Menag. Pak OSO yang berinisiatif siapkan jet pribadi untuk Menag agar bisa hadir di tengah agenda Menag yang padat,” jelas Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, di Jakarta, dikutip dari situs resmi Kemenag, Selasa (17/2).
“Seluruh moda transportasi perjalanan disiapkan oleh penyelenggara,” sambungnya.
Gedung Balai Sarkiah berlokasi di Kelurahan Sabintang ini diproyeksikan menjadi episentrum baru bagi kegiatan keagamaan dan sosial di Sulawesi Selatan. Gedung ini menjadi pusat pemberdayaan umat.
Sebelumnya diberitakan media ini, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar disebut-sebut terkait dugaan penerimaan gratifikasi berupa fasilitas perjalanan menggunakan jet pribadi.
Menah mendapat fasilitas tersebut pemberian oleh Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO), saat kunjungannua ke Bone, Sulawesi Selatan.
Menanggapi informasi yang beredar, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan akan menelusuri lebih lanjut dugaan gratifikasi tersebut dengan merujuk pada laporan yang muncul di media.
“Ya nanti kami pertama open source (melihat dari sumber terbuka, red.) dulu, dari media dulu,” ujar Ketua KPK Setyo Budiyanto di Gedung Juang KPK, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Setyo menjelaskan langkah tersebut dilakukan KPK untuk menentukan penerimaan fasilitas yang diterima Menag merupakan gratifikasi atau tidak.
“Nanti dilihat dan kami pastikan dulu, apakah ada sisi-sisi yang kemudian berkaitan dengan penyalahgunaan kekuasaan atau kewenangan jabatannya?” katanya.
Selain itu, dia mengatakan langkah tersebut perlu dilakukan karena KPK tidak bisa langsung serta-merta menjustifikasi penerimaan oleh Menag dari OSO merupakan hal yang salah.
“Kami enggak mungkin bisa serta-merta langsung menjustifikasi bahwa itu salah, tetapi kami melalui proses. Nah masalah proses itu untuk kemudian ditindaklanjuti atau tidak,” ujarnya.
Sebelumnya, pada 16 Februari 2026, ramai di media sosial X mengenai kunjungan Menag menggunakan jet pribadi.[]





