TEHERAN – Penanews.co.id – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengecam keras serangan teroris di wilayah Sayyida Zaynab, Damaskus, yang menyebabkan tewasnya Farhan Hassan al-Mansour, seorang cendekiawan Syiah sekaligus khatib salat Jumat di makam Sayyida Zaynab.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Sabtu (02/05/2026, Baqhaei menyatakan kebencian mendalam atas kejahatan keji tersebut.
Ia menyebut bahwa aksi teroris yang menargetkan situs-situs keagamaan dan tokoh agama di Suriah serta kawasan sekitarnya merupakan bagian dari “rencana jahat” rezim Zionis dan Amerika Serikat.
“Tujuan dari tindakan tersebut adalah untuk menebar fitnah dan perpecahan di antara negara-negara di kawasan,” ungkap Baqaei, dilansir prnanews.co.id sari Fars News.
Juru bicara Iran tersebut menekankan bahwa semua pihak harus tetap waspada terhadap rencana semacam itu dan memenuhi tanggung jawab mereka dalam menghadapi terorisme serta ekstremisme secara tegas.
Baqaei juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga mendiang ulama tersebut, serta kepada rakyat Suriah dan komunitas ulama di negara itu. Ia menekankan perlunya mengidentifikasi dan menghukum mereka yang bertanggung jawab atas serangan teroris ini, serta meningkatkan kerja sama kolektif di antara negara-negara regional untuk memberantas terorisme.
Terakhir, ia menggarisbawahi tanggung jawab pemerintah transisi Suriah untuk menjamin keamanan masyarakat, tokoh agama, serta seluruh kelompok etnis, agama, dan sektarian di negara tersebut.
Para penyerang membunuh ulama Syiah tersebut pada hari Jumat di dekat Damaskus dengan cara melemparkan granat ke dalam mobilnya. Kementerian Dalam Negeri Suriah telah membuka penyelidikan atas keadaan insiden tersebut dan meluncurkan upaya untuk mengidentifikasi tersangka.[]
Skip to content





