
BIREUEN – Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) Wilayah Batee Iliek menggelar buka puasa bersama dengan eks Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di KCA 99 Coffee dan Resto Bireuen, Minggu (22/3/2025).

Dalam kesempatan ini JASA menyampaikan kritik tajam terhadap ketimpangan distribusi dana pasca perdamaian Aceh, yang dinilai belum sepenuhnya mensejahterakan rakyat.

Dalam sambutannya, Ketua JASA Bireuen Tgk Mauliadi menyatakan, meski perdamaian RI-GAM telah berjalan 20 tahun dan Aceh menerima aliran dana triliunan rupiah dari pusat, kesejahteraan eks pejuang GAM, keluarga syuhada, dan masyarakat umum masih jauh dari harapan. Mereka justru hidup di bawah garis kemiskinan,

Di hadapan tamu undangan Mauliadi menegaskan, perjuangan GAM dahulu tidak ditujukan untuk menguntungkan elit yang kini berkuasa. Anggaran Otsus harusnya menjadi solusi kemiskinan, bukan lahan bagi pejabat koruptor. Jangan sampai pengorbanan pejuang dan syuhada dikhianati dengan praktik serakah oknum tertentu.
“Pengorbanan Pejuang GAM Jangan dijadikan Lahan Pejabat Koruptor jangan sampai anggaran Otsus di Aceh khususnya di Kabupaten Bireuen hanya di nikmati oleh pejabat koruptor” tegas Muliadi.
Dia menekankan bahwa, perjuangan GAM bukan semata-mata untuk kepentingan segelintir orang yang kini berkuasa. Sebaliknya, dana yang mengalir ke Aceh seharusnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat Aceh, bukan hanya memperkaya pejabat atau kelompok tertentu, ujar Mauliadi.
Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, dalam kesempatan itu mengakui bahwa Aceh sangat bergantung pada Dana Otonomi Khusus (Otsus). Bupati berharap pemerintahan yang dipimpinnya bisa membawa kemajuan bagi daerah kabupaten Bireuen.

Sementara itu, Wakil Pimpinan DPRK Bireuen, Surya Darma, SH menyatakan, komitmennya untuk membantu Aneuk Syuhada Aceh di wilayah Batee Iliek sanyat mendukung.
Begitu juga anggota DPRA Rusyidi Mukhtar, S. Sos, yang di sapa Ceulangiek juga menyinggung tentang perpanjangan dana Otsus dan migas untuk Aceh.
Rusyidi Mukhtar mengajak eksekutif dan legislatif untuk bersatu membangun Bireuen. Dia menekankan bahwa politik telah usai dan tak boleh ada perpecahan lagi.
Acara buka puasa dan silaturahmi turut dihadiri Bupati Bireuen H. Mukhlis, ST, Wakil Bupati Razuardi, serta sejumlah anggota DPRK Bireuen dari Fraksi Partai Aceh, Partai Nanggroe Aceh (PNA), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) serta Anggota DPR Aceh Rusyidi Mukhtar, S. Sos, maupun Ketua PMI Bireuen Edi Saputra (Obama), mantan Panglima GAM, serta ratusan Aneuk Syuhada Aceh Wilayah Batee Iliek.Mereka berkumpul di Meuligoe Bupati Bireuen.[]

Sumber beritamerdeka.net

