CIMAHI – Penanews.co.id – Di tengah bayang-bayang ketidakpastian hukum yang mencekam, secercah harapan akhirnya muncul bagi sejumlah keluarga yang anaknya tersandung kasus di Sat Reskrim Polres Cimahi. Dalam kondisi tertekan dan nyaris kehilangan arah, mereka mengaku menemukan titik terang setelah mendapat pendampingan dari Ketua Umum BPI KPNPA RI, Tubagus Rahmad Sukendar.
Keluarga Haris Gunawan, Randi Maulana, dan Iqbal Zahra Irawan mengungkapkan rasa syukur mendalam atas bantuan hukum dan dukungan moral yang mereka terima. Mereka sebelumnya mengaku berada dalam situasi sulit, dihantui rasa takut, kebingungan, dan ketidakpastian atas nasib putra mereka yang tengah berproses hukum.
“Awalnya kami seperti berjalan dalam gelap. Tidak tahu harus mengadu ke mana. Tapi setelah ada pendampingan, kami mulai melihat secercah cahaya keadilan,” ujar salah satu perwakilan keluarga dengan suara bergetar.
Menurut mereka, kehadiran Rahmad Sukendar bukan sekadar formalitas pendampingan hukum. Lebih dari itu, ia dinilai berperan aktif dalam membuka jalur komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk jajaran di Polda Jawa Barat.
“Bantuan ini bukan hanya soal hukum. Ini soal harapan. Soal keyakinan bahwa kami tidak sendirian menghadapi situasi ini,” lanjutnya.
Keluarga juga menegaskan bahwa tekanan yang mereka alami sebelumnya bukan hanya berdampak secara hukum, tetapi juga mengguncang kondisi psikologis dan sosial mereka. Ketakutan akan ketidakadilan sempat menjadi bayang-bayang yang terus menghantui.
Namun kini, mereka mengaku mulai bangkit. Dukungan yang diberikan disebut mampu mengembalikan kepercayaan bahwa proses hukum masih bisa berjalan secara adil dan transparan.
Dalam pernyataan resmi, keluarga menyampaikan terima kasih secara terbuka kepada Rahmad Sukendar atas langkah cepat dan kepeduliannya terhadap masyarakat kecil yang tengah terjerat persoalan hukum.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Ini bukan hanya menyelamatkan secara hukum, tapi juga menguatkan kami sebagai keluarga,” tegas mereka.
Doa pun dipanjatkan, berharap segala upaya dan kepedulian tersebut mendapat balasan setimpal dari Allah SWT, serta Rahmad Sukendar senantiasa diberikan kekuatan dalam memperjuangkan keadilan.
Di akhir pernyataan, mereka menutup dengan satu kata sederhana namun penuh makna—sebuah ungkapan tulus dari hati yang sempat terluka:“Haturnuhun.”[Chaidir]
Skip to content





