NEW DELHI – Penanews.co.id – Sebuah kapal kargo berbendera Thailand yang berlayar menuju Gujarat dihantam oleh proyektil tak dikenal di Selat Hormuz pada hari Rabu, memicu kebakaran di atas kapal dan mendorong operasi penyelamatan di mana 20 anggota kru dievakuasi, sementara tiga orang tetap berada di kapal.
Mengutip India Today Kapal tersebut, yang diidentifikasi sebagai Mayuree Naree, menjadi sasaran sekitar 11 mil laut dari pantai utara Oman, menurut sumber keamanan maritim dan data pelacakan kapal.
Pemerintah Thailand mengkonfirmasi bahwa 20 awak kapal telah diselamatkan setelah insiden tersebut, sementara tiga awak kapal lainnya masih berada di atas kapal, Sikuti
Kapal Terkena Peluru tak Dikenal
Angkatan Laut Kerajaan Thailand dan Operasi Perdagangan Maritim Inggris sama-sama melaporkan bahwa sebuah kapal kargo telah terkena proyektil tak dikenal di Selat Hormuz pada tanggal 11 Maret.
Gambar dan catatan maritim mengkonfirmasi identitas kapal tersebut sebagai kapal pengangkut barang curah berbendera Thailand, Mayuree Naree. Verifikasi dilakukan melalui nomor Organisasi Maritim Internasional serta lambung dan struktur atas kapal, yang sesuai dengan gambar arsip kapal tersebut.
Menurut catatan maritim, kapal tersebut dimiliki oleh Precious Shipping.
Kebakaran Menyala Setelah Terjadi Benturan
Setelah serangan itu, kapal tersebut terbakar. Api kemudian berhasil dipadamkan.
Menurut sumber maritim, angkatan laut Oman melancarkan operasi penyelamatan di daerah tersebut dan mengevakuasi 20 dari 23 anggota kru dari kapal tersebut.
Tiga anggota kru tetap berada di atas kapal setelah evakuasi.
Pihak berwenang belum mengungkapkan rincian tentang kondisi mereka atau seberapa parah kerusakan yang dialami kapal tersebut.
Lokasi Dikonfirmasi Melalui Pelacakan Kapal
Data dari sistem pelacakan maritim mengkonfirmasi bahwa insiden tersebut terjadi di lepas pantai utara Oman di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia.
Posisi terakhir kapal yang tercatat pada tanggal 11 Maret menempatkannya sekitar 11 mil laut dari garis pantai Oman pada saat serangan terjadi.
Investigasi Sedang Berlangsung
Senjata yang digunakan dalam serangan tersebut belum diidentifikasi secara resmi
Meskipun insiden tersebut secara luas dikaitkan dalam diskusi keamanan maritim dengan ketegangan yang melibatkan Teheran, belum ada kelompok atau negara yang mengaku bertanggung jawab hingga saat ini.
Baik Angkatan Laut Kerajaan Thailand maupun otoritas keamanan maritim mengatakan bahwa serangan itu melibatkan proyektil yang tidak dikenal dan bahwa penyelidikan sedang dilakukan untuk menentukan keadaan seputar serangan tersebut.
Selat Hormuz tetap menjadi koridor maritim utama yang dilalui sebagian besar pasokan energi global, dan insiden keamanan di wilayah tersebut dipantau secara ketat oleh otoritas pelayaran dan angkatan laut internasional.[]∆
Skip to content





