BANDA ACEH – Penanews.co.id — Memasuki hari ketujuh Ramadan 1447 H, kawasan Keutapang Dua, perbatasan Banda Aceh dan Aceh Besar, kembali menjadi magnet bagi warga untuk berburu penganan berbuka puasa (takjil), dari sejak pukul 16.30 WIB, ratusan pedagang musiman telah memadati pinggiran jalan, menawarkan aneka kuliner mulai dari bohrom-rom, es campur, pecal, satel, mie Aceh, mie caluk, martabak, risol panas, tahu goreng hingga gorengan hangat lainnya.
Pantauan Penanews.co.id, di lokasi pada Rabu (25/02/2026), antusiasme warga terlihat tumpah ruah ke jalan mengakibatkan arus lalu lintas padat dan merayap. Kendaraan roda dua dan roda empat tampak mengantre panjang karena banyaknya pembeli yang memarkirkan kendaraan di bahu jalan serta aktivitas warga yang menyeberang.
Tampak Petugas dari Polsek Darul Imarah terlihat sibuk mengatur jalannya kendaraan dan pedagang guna menghindari terjadinya kemacetan yang kerap terjadi di sepanjang ruas jalan Keutapang Dua ke arah Mata ie.
Ardian, salah seorang tokoh masyarakat setempat yang memantau situasi di lapangan, memberikan tanggapannya terkait fenomena tahunan ini. Ia menekankan pentingnya menjaga ketertiban agar semangat berbagi dan ekonomi warga tetap berjalan tanpa merugikan pengguna jalan lain.
“Kami sangat bersyukur melihat geliat ekonomi masyarakat di Ramadan 1447 H ini begitu hidup. Namun, kami juga mengimbau kepada para pedagang dan pembeli di Keutapang Dua agar tetap memperhatikan ketertiban parkir. Jangan sampai niat kita mencari berkah berbuka justru menghambat saudara-saudara kita yang lain di jalan raya. Keamanan dan kenyamanan bersama harus tetap menjadi prioritas,” ujar Ardian.
Kondisi pasar tumpah tiap bulan Ramadhan ini diprediksi akan terus mencapai puncaknya hingga menjelang waktu berbuka puasa, menjadikannya salah satu titik tersibuk di Aceh Besar selama bulan suci.[]
Disankan untuk anda baca 👇





