BIREUEN – Penanews.co.id – Menko PMK, Pratikno, menyerahkan bantuan dana stimulan perbaikan rumah rusak secara simbolis kepada korban bencana, di halaman Meuligoe Birduen, Selasa (3/3/2026). (Foto: Prokopim Bireuen)
Bireuen – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno melakukan penyerahan Bantuan Dana Stimulan Perbaikan Rumah Rusak Tahap II bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi siklon Senyar pada Nopember 2025 lalu senilai Rp86,1 miliar untuk 4.347 kepala keluarga (KK) Selasa (3/3/2026)
Penyerahan santunan secara simbolis di halaman Meuligoe Bireuen ini, sekaligus menjadi pusat penyaluran serentak bagi 13 kabupaten/kota terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sementara daerah lain mengikuti secara daring dari wilayah masing-masing.
Kegiatan menjadi momentum penting percepatan pemulihan pascabencana, sekaligus bentuk komitmen pemerintah pusat dalam memastikan masyarakat terdampak memperoleh dukungan konkret untuk kembali bangkit.
Di Bireuen Pratikno didampingi Sekretaris Utama BNPB Rustian, Dirjen Administrasi Wilayah Kemendagri Safrizal, serta Deputi Kemenko PMK Lilik Kurniawan.
Dalam kesempatan tersebut, Menko PMK Pratikno menyampaikan, Presiden mengarahkan agar pemulihan dilakukan secepatnya. Bantuan stimulan yang disalurkan mencakup Rp15 juta untuk rumah rusak ringan dan Rp30 juta untuk rumah rusak sedang.
Khusus Kabupaten Bireuen, tercatat sebanyak 4.347 unit rumah menerima bantuan rumah rusak ringan dan sedang dalam acara penyerahan tahap II dengan total nilai Rp86,9 miliar. Jumlah tersebut menjadikan Bireuen penerima terbesar pada tahap ini.
Pratikno juga menyebutkan, tim pengarah satgas telah menetapkan rencana induk versi pertama dan akan menyusun versi kedua. Pemerintah daerah diminta segera mengajukan usulan sesuai ketentuan sebelum akhir Maret, sembari memastikan verifikasi data dilakukan secara akurat. Meski demikian, peluang bantuan lanjutan tetap terbuka bagi korban yang telah diusulkan namun belum menerima pada tahap ini.
Sementara itu, Bupati Bireuen Mukhlis menyebut daerahnya merupakan salah satu yang terparah terdampak bencana, tidak hanya dari sisi materiil, tetapi juga sosial dan ekonomi.
Dari total 31.929 rumah rusak yang diusulkan secara bertahap, sebanyak 4.347 unit rumah rusak ringan dan sedang telah disetujui untuk penyaluran bantuan senilai Rp86 miliar pada kesempatan tersebut setelah melalui verifikasi Inspektorat BNPB dan pengecekan lapangan.
Terkait dengan pendataan rumah rusak berat, hasil verifikasi Pemerintah Kabupaten Bireuen bersama BNPB Pusat yang dinyatakan lolos verifikasi dan harus segera dilanjutkan ke tahap pembangunan adalah sebanyak 1.109 unit.
“Percepatan pemulihan tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi harus melalui kolaborasi. Kami berharap kunjungan kerja Menko PMK ini semakin memperkuat komunikasi dan kerja sama,” ujar Mukhlis
Total bantuan Rp86,1 miliar yang dikucurkan untuk Kabupaten Bireuen diperuntukkan bagi 4.347 KK dengan rincian:
– Rumah Rusak Ringan: 2.954 KK menerima Rp15 juta per KK, total Rp44,31 miliar.
– Rumah Rusak Sedang: 1.393 KK menerima Rp30 juta per KK, total Rp41,79 miliar.
Menko PMK berharap dana stimulan tersebut dapat dimanfaatkan maksimal untuk mempercepat perbaikan rumah warga yang terdampak banjir.
“Saya berharap dana stimulan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk perbaikan rumah yang rusak akibat banjir. Pemerintah pusat akan terus melakukan verifikasi terhadap rumah-rumah warga terdampak di Bireuen agar tidak ada yang terlewatkan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya ketepatan data agar bantuan benar-benar menyasar warga yang berhak.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Bireuen, Mukhlis, ST, turut menyantuni 200 anak yatim. Santunan yang bersumber dari gaji pribadi Bupati Mukhlis tersebut diserahkan langsung oleh Menko PMK bersama Wakil Gubernur Aceh dan Bupati Bireuen sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, jajaran Forkopimda Kabupaten Bireuen, tokoh masyarakat, ulama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, Muspika, hingga para keuchik.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama Menko PMK dan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Bireuen. Suasana kebersamaan yang terbangun diharapkan menjadi simbol optimisme dan semangat bangkit warga dari dampak bencana.[]
Direkomendasikan untuk anda baca 👇
Skip to content





