JAKARTA – Penanews.co.id – Badan Gizi Nasional (BGN) mangatakan pemenuhan nutrisi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan periode paling krusial dalam menentukan kualitas hidup seseorang.
Hal ini disampaikan Deputi Penyediaan dan Penyaluran BGN, Brigjen (Purn) Suardi Samiran, dalam pembukaan Training of Trainers (ToT) Regional Standar Gizi dan Keamanan Pangan di Jakarta.
“Seribu hari pertama kehidupan adalah fase emas yang tidak bisa diulang. Pemberian nutrisi yang tepat pada periode ini merupakan investasi terbesar bangsa untuk memastikan anak-anak kita tumbuh optimal dan bebas dari ancaman stunting,” ujar Brigjen (Purn) Suardi dikutip dari laman resmi BGN, Rabu (21/2/01/2026).
Ia menambahkan bahwa intervensi nutrisi yang tepat pada fase ini diyakini mampu menjadi solusi nyata dalam menghilangkan stunting secara nasional. Sebagai lembaga yang berada langsung di bawah Presiden, BGN bertanggung jawab memastikan standar gizi dan keamanan pangan siap saji di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terjaga secara profesional melalui sistem digital yang akuntabel.
Pelatihan ToT ini dipersiapkan untuk melahirkan jutaan pelatih yang akan membina para penjamah makanan di lapangan. Tujuannya adalah mendorong transformasi besar dalam pengelolaan makanan, beralih dari pola tradisional menuju sistem yang lebih modern dan profesional.
“Para peserta ToT adalah ujung tombak yang akan menyebarkan standar profesionalisme ini hingga ke tingkat kabupaten dan kota. Kita ingin memastikan bahwa setiap asupan gizi yang disalurkan melalui program ini memenuhi standar keamanan pangan yang ketat,” tegas Suardi.
Kegiatan ini melibatkan 62 peserta dari wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, hingga Sumatera, dengan kolaborasi kolektif bersama UNICEF, BPOM, serta kementerian terkait. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat sistem gizi nasional demi menciptakan generasi masa depan yang berkualitas.[]





