BANTUL – Penanews.co.id – Kondisi internal Badai Pasifik sedang bergejolak. Akibat krisis keuangan yang berlarut-larut, para pemain PSBS Biak berencana melakukan boikot pada pertandingan melawan Dewa United Super League 2025/2026, karena hak mereka belum dipenuhi.
Namun di tengah ketegangan tersebut, juru taktik Marian Mihail justru berseberangan dengan anak asuhnya; ia menolak rencana mogok tersebut dan ingin timnya tetap berkompetisi di pekan ke-32.
Rencana mogok bermain muncul karena para pemain PSBS Biak belum menerima gaji selama empat bulan akibat krisis finansial yang dihadapi tim berjuluk Badai Pasifik tersebut
Namun, pelatih asal Rumania tersebut tak sepakat jika mogok bermain dilakukan saat melawan Dewa United di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, Jumat (8/5/2026).
“Terkait situasi finansial, kesulitan finansial dalam sepak bola sayangnya bukan hal yang jarang terjadi, dan saya memahami bahwa klub-klub lain juga menghadapi tantangan sepanjang,” ucap Marian Mihail dilansir dari BolaSport.
Ia menilai PSSI sudah menyiapkan mekanisme jika kewajiban finansial kepada pemain dan staf pelatih tidak terpenuhi.
“Pada 17 April 2026, perwakilan dari PSSI secara terbuka menyampaikan terdapat mekanisme dan jaminan dalam kerangka kompetisi untuk melindungi kewajiban finansial yang masih tertunda terhadap pemain, pelatih, dan staf,” katanya.
“Untuk alasan tersebut, saya tidak mendukung eskalasi masalah internal ke ranah publik. Penolakan untuk bermain, aksi mogok, ataupun tindakan apa pun yang dapat merusak citra klub Papua, ataupun sepak bola Indonesia keseluruhan.”
Lebih lanjut, Mihail menjawab isu simpang siur mengenai statusnya sebagai pelatih, karena sebelumnya santer beredar kabar bahwa ia sudah dipecat sebagai pelatih PSBS.
“Pertama-tama, saya ingin memperjelas posisi saya. Saya memiliki kontrak yang sah dengan PSBS Biak hingga akhir musim 2027,” katanya.
“Dan saya berniat untuk menghormati serta menjalankan kontrak tersebut secara profesional.” Tegasnya.[]
Skip to content





