Pulihkan Senyum Korban Banjir, Mahasiswa STIK Gelar Trauma Healing di Woyla

by

MEULABOH – Penanews.co.id – Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri Angkatan ke-83 yang melaksanakan pengabdian masyarakat di wilayah Polres Aceh Barat kembali menunjukkan kepedulian sosial melalui kegiatan trauma healing bagi warga terdampak bencana banjir di Kecamatan Woyla, Jumat (20/02/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi tersebut menyasar anak-anak dan warga yang masih merasakan dampak psikologis pascabencana. Para mahasiswa STIK memberikan pendampingan psikososial melalui berbagai aktivitas edukatif dan permainan interaktif yang bertujuan mengembalikan rasa aman, semangat, serta keceriaan masyarakat, khususnya anak-anak.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa STIK berbaur langsung dengan warga, menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan. Pendekatan humanis dilakukan agar masyarakat dapat perlahan bangkit dari trauma yang dialami akibat banjir yang melanda beberapa waktu lalu. Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga kemanusiaan.

Program trauma healing ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat mahasiswa STIK di wilayah Aceh Barat, yang diharapkan mampu membantu pemulihan kondisi psikologis warga sekaligus mempererat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan semangat baru serta merasa didampingi dalam proses pemulihan pascabencana.

Paping STIK Kombes Pol. Dodi Arifianto, S.I.K., M.Sc., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata pendidikan lapangan bagi para peserta didik STIK dalam memahami dinamika sosial masyarakat. Ia menekankan bahwa penguatan aspek kemanusiaan menjadi bagian penting dalam membentuk perwira Polri yang adaptif dan berintegritas.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa STIK di lokasi terdampak bencana mencerminkan komitmen Polri untuk selalu hadir memberikan solusi dan dukungan moral kepada masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa para mahasiswa tidak hanya belajar teori kepemimpinan dan manajemen keamanan, tetapi juga memahami secara langsung bagaimana membangun empati, komunikasi, dan kepercayaan publik,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai bentuk pengabdian berkelanjutan, sekaligus memperkuat sinergi antara institusi Polri dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial.

ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *